Ringkasan Berita:
- Ardi (30) diduga membunuh adiknya, Ayyub (22), dengan cara menikam di wilayah Bontoala, Makassar.
- Polisi telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.
- Motif sementara diduga karena dendam, namun penyebab pastinya masih diselidiki.
Polisi terus memburu Ardi (30), pria yang diduga menikam adiknya sendiri, Ayyub Heriansyah (22), hingga tewas di Jalan Gunung Latimojong, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (1/12/2025) pagi.
Kapolsek Bontoala, Kompol Andi Aris Abu Bakar, menyampaikan bahwa pelaku melarikan diri sesaat setelah melakukan penikaman.
Jarak antara lokasi kejadian dan Polsek Bontoala hanya sekitar 1,5 kilometer atau tujuh menit perjalanan.
Menurut Kompol Andi Aris, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melacak keberadaan Ardi.
"Kami sudah membentuk tim untuk melakukan pengejaran di mana posisi atau keberadaan pelaku," kata Kompol Andi Aris.
"Mudah-mudahan secepatnya pelaku ini bisa diamankan untuk diproses lebih lanjut," katanya mengharapkan.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun dari saksi di lokasi, tindakan keji tersebut diduga dipicu oleh rasa dendam.
Namun, Kompol Andi Aris menegaskan bahwa motif pasti di balik dendam tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
"Kami belum mendapatkan sedetail mungkin masalah apa sampai dia dendam sehingga dia melakukan tindak pidana pembunuhan," jelasnya mengatakan.
Adapun luka yang diderita Ayyub, lanjut dia, terdapat empat luka tusukan benda tajam.
"Luka yang ada, di dada sebelah kiri, pinggang, dengan lengan.
Jadi luka tusuk itu ada empat," katanya.
Nyawa Ayyub, lanjut Andi Aris, sempat berusaha ditolong warga sekitar dengan melarikannya ke RS Akademis Jaury Jusuf Putera.
Namun takdir berkata lain, anak kedua dari tiga bersaudara itu dinyatakan meninggal dunia.
Ardi adalah kakak sulung tiga bersaudara, sedangkan Ayyub anak kedua.
Ayyub merenggangkan nyawa usai diserang sang kakak menggunakan senjata tajam.
Warga setempat sempat berusaha menolong nyawa Ayyub dengan membawanya ke RS Akademis.
"Lukanya di sini (dekat ketiak) di sininya (rusuk kiri), di sininya (rusuk kanan) dan di tangannya juga.
Ada empat lukanya," ucap tetangga korban, Rosdiana (48) sembari menunjukkan titik luka korban.
Rosdiana mendapati Ayyub terkapar bersimbah darah di belakang pintu rumahnya.
"Banyak sekali darah tadi di sini," ucapnya memperlihatkan posisi korban terkapar.
Rosdiana mengaku, sebelum mendapat Ayyub terkapar, dirinya melihat korban dikejar kakaknya Ardi membawa sebilah pisau berukuran cukup panjang.
"Saya mau ke pasa tadi pagi, terus saya lihat di luar (jalanan umum) baku kejarmi, jadi itu korban lari ke dalam sini," katanya.
Jenazah Ayyub dibawak ke RS Bhayangkara.
Pelaku, kata Rosdiana, kabur usai menyerang adiknya dengan brutal.
Di lokasi, kini telah dipasang bendera putih (tanda kedukaan) di ujung lorong ke rumah korban.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com