Informasi yang dihimpun pada Selasa 4 November 2025, peristiwa tragis itu terjadi di Dusun Legok 2, Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Senin 3 November 2025. Kejadian bermula ketika sang pelaku F baru pulang ke rumahnya pada Minggu 2 November 2025 malam, setelah bekerja di Bandung.
Keesokan harinya sekira pukul 12.00, pelaku berlari keluar rumah menuju lapangan yang dekat dengan kebun warga. Pelaku mendekati korban Idan Ramdani (37), sembari memukul dengan batang pohon singkong. Idan berupaya mempertahankan diri. Dalam keadaan tersebut, pelaku bisa merebut golok yang diselipkan di pinggang korban.
Melihat kejadian tersebut kakak pelaku, Yayah (35) yang tengah menggendong anaknya yang berumur 2 tahun dan Salni (kerabat Idan) mencoba menenangkan pelaku. Namun, F yang kalap langsung mengayunkan golok hingga mengenai kakak kandungnya dan korban lainnya.
Yayah pun meninggal dunia karena lukanya yang cukup parah. Sementara, Idan yang juga terluka dilarikan ke RSUD Ciamis dan dua korban lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat.
Diringkus Babinsa
Pelaku yang masih kalap akhirnya berhasil diringkus oleh Babinsa setempat. Warga setempat pun ikut membantu mengikat F dan selanjutnya yang bersangkutan berhasil diamankan.
"Sampai saat ini kami mendalami kasus tersebut. Terutama untuk mengetahui motif pelaku melakukan perbuatannya," kata Kasat Reskrim Polres Ciamis, Ajun Komisaris Polisi Carsono, Selasa 4 November 2025.
Dia menambahkan, fakta di lapangan menyebutkan bahwa pelaku tidak membawa golok dari rumah. Senjata tersebut dirampas dari pinggang Idan yang juga menjadi korban. "Namun demikian, kami masih membutuhkan keterangan lebih banyak lagi untuk mengungkap peristiwa tersebut," ujar dia.
Carsono mengaku sempat berbincang dengan pelaku. Pada saat berkomunikasi, dia menilai apa yang dikatakan pelaku normal. Meskipun begitu, pihaknya tetap akan berkonsultasi dengan ahli jiwa.
"Waktu ngobrol dengan saya, obrolannya nyambung. Namun untuk memastikan kami akan konsultasi dengan ahli jiwa, untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku," ujar dia.***