-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pandji Pragiwaksono Pilih Selesaikan Masalah dengan Warga Toraja Secara Adat

Rabu, 12 November 2025 | November 12, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-12T16:30:25Z

KOMIKA Pandji Pragiwaksono menghadapi persoalan hukum akibat candaannya dalam pertunjukan stand up comedy tahun 2013. Ia menerima somasi dari Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST) yang mengancam akan menjatuhkan sanksi adat berupa denda Rp 2 miliar serta kurban 48 ekor kerbau dan 48 ekor babi.

Pandji menyatakan ingin menyelesaikan persoalan tersebut secara adat dengan mendatangi Tana Toraja . “Ini adalah opsi yang saya utamakan,” ujar Pandji kepada Tempo melalui pesan singkat pada Senin, 10 November 2025.

Pandji berencana mencari waktu di tengah kesibukannya di Ibu Kota untuk berkunjung ke Toraja. Ia mengakui kesulitan mengatur waktu karena jadwal yang padat, sementara penerbangan menuju Toraja tidak tersedia setiap hari.

Meski demikian, Pandji tidak menolak jika harus menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan perkara ini. Ia menyadari bahwa lembaga lain bernama Aliansi Pemuda Toraja juga telah melaporkannya ke Bareskrim Polri atas tuduhan serupa. “Kalau saya dianggap terlalu lama untuk datang ke Toraja, saya siap mengikuti hukum negara yang berlaku,” ujarnya.

Pandji mengatakan hingga kini belum berkomunikasi langsung dengan pihak yang mengirimkan somasi, yakni TAST, maupun dengan Aliansi Pemuda Toraja yang melaporkannya. Namun, ia telah berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi. Dari diskusi itu, Pandji memutuskan untuk mengutamakan penyelesaian secara adat.

Dalam kesempatan yang sama, Pandji menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Toraja atas candaannya yang dinilai tidak pantas. Ia menerima seluruh protes yang ditujukan kepadanya.

Ketua TAST, Benyamin Ranteallo, mengatakan sanksi terhadap Pandji dapat berkurang atau bahkan dihapus jika Pandji menunjukkan itikad baik dengan datang ke Toraja.

“Somasi itu belum putusan. Kalau Pandji datang, kita bisa duduk bersama dan mencari sanksi yang lebih manusiawi,” kata Benyamin saat dihubungi Tempo pada Ahad malam, 9 November 2025.

Menurut Benyamin, keputusan soal hukuman atau pemaafan baru bisa diambil setelah Pandji bertemu dengan para ketua adat Toraja dalam forum peradilan adat. Ia berharap Pandji segera mendatangi Tana Toraja agar persoalan ini tidak berlarut-larut. “Toraja punya aturan, punya peradaban, dan menjunjung tinggi toleransi. Marilah kita saling memaafkan, karena adat itu suci,” ujar Benyamin.

Ia menegaskan, somasi terhadap Pandji bertujuan untuk memberi teguran adat agar komika itu tidak melecehkan budaya Toraja. Benyamin juga menegaskan bahwa masyarakat Toraja akan menerima kedatangan Pandji dengan tangan terbuka. “Suku Toraja itu mulia. Kami akan menerima Pandji dengan sukacita,” katanya.

×
Berita Terbaru Update