-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Indah Amperawati Bersama Polisi Tangkap Tangan Penimbun Solar Subsidi di Lumajang Simak Penjelasanya

Selasa, 04 November 2025 | November 04, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-05T09:20:01Z

– Penimbun bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Lumajang berhasil dibongkar bupati Indah Amperawati dan kepolisian setempat. Bahkan bupati perempuan itu melakukan tangkap tangan setelah kendaraan tersebut keluar dari salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut.

"Saya meminta bantuan anggota polisi untuk mengecek truk yang mencurigakan setelah keluar dari SPBU karena di belakang truk tidak ada nomor polisi dan gerak-gerik sopir mencurigakan," kata Bupati Indah saat dikonfirmasi.

Bupati yang biasa disapa Bunda Indah itu awalnya hendak menghadiri acara di Kecamatan Tempeh, namun saat melintas di SPBU Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang mencurigai sebuah truk polisi N 9407 UN yang mengisi BBM solar di SPBU setempat pada Senin (3/11) malam.

"Truk itu sempat berhenti di tengah jalan dan kemungkinan akan mengisi BBM jenis solar di SPBU berikutnya, namun saat truk itu berhenti, anggota polisi yang saya hubungi segera datang dan memeriksa truk tersebut," ungkapnya

Dia mengatakan hasil pengecekan truk itu telah dimodifikasi khusus untuk menampung 1.000 liter solar subsidi dengan menggunakan tandon yang ditutupi dengan terpal agar tidak terlihat oleh petugas maupun warga sekitar.

"Petugas juga menemukan sejumlah uang tunai yang digunakan untuk transaksi. Sopir dan kendaraan truk langsung sebagai barang bukti tersebut dibawa ke Mapolres Lumajang untuk pemeriksaan lanjutan," terangnya

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar membenarkan operasi tangap tangan penimbun BBM subsidi ilegal dengan pelaku berinisial UP, warga Kelurahan Jogoyudan yang berperan sebagai sopir sekaligus pengangkut solar ilegal.

"Kasus itu berkaitan dengan dugaan penyelewengan BBM jenis solar bersubsidi. Kami menemukan truk dengan tandon 1.000 liter tertutup terpal," katanya.

Penyidik Polres Lumajang terus mengembangkan kasus tersebut untuk mendalami jaringan yang terlibat dalam praktik penimbunan BBM bersubsidi untuk mengetahui pasokan solar, jalur distribusi, dan tempat penyimpanan utama. ***

×
Berita Terbaru Update