-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Antara Seni dan Mesin: Morgan Freeman Angkat Suara Soal Kloning AI

Rabu, 12 November 2025 | November 12, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-13T07:15:52Z

- Aktor legendaris pemenang Oscar, Morgan Freeman, mengecam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang meniru suaranya tanpa izin. Ia menyebut praktik tersebut sebagai bentuk “perampokan” terhadap karya dan haknya sebagai seniman.

Dalam wawancara dengan The Guardian yang dikutip Mirror pada Selasa (11/11), Freeman menegaskan dirinya tidak pernah memberi izin atau otorisasi kepada pihak mana pun untuk mereplikasi vokalnya menggunakan teknologi AI.

“Saya ini aktor profesional. Jika seseorang meniru suara saya tanpa izin, itu sama saja mencuri. Saya dibayar untuk melakukan hal-hal seperti itu,” ujarnya tegas.

Bintang film Bruce Almighty (2003) itu menilai, replikasi suara tanpa persetujuan pemiliknya melanggar hak kekayaan intelektual, karena suara bagi seorang aktor merupakan bagian dari identitas dan sumber penghasilan utama. Ia pun mengisyaratkan tengah menempuh langkah hukum atas temuan tersebut.

“Pengacara saya sedang sangat sibuk,” kata Freeman, yang baru-baru ini tampil di film Now You See Me: Now You Don’t (2025).

Freeman mengaku timnya menemukan banyak contoh penggunaan suaranya oleh sistem AI tanpa izin, dan kini sedang menindaklanjuti sebagian kasus tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci platform atau pihak yang diduga melakukannya.

Selain menyoroti praktik kloning suara, aktor berusia 88 tahun itu juga menyinggung kemunculan “aktris AI” bernama Tilly Norwood, yang baru-baru ini diperkenalkan oleh perusahaan teknologi asal Belanda, Particle6, milik aktor sekaligus komedian Eline Van der Velde.

“Tidak ada yang benar-benar menyukainya, karena dia tidak nyata. Itu mengambil ruang dari aktor manusia, dan pada akhirnya akan menimbulkan konflik dengan serikat pekerja,” kata Freeman, menilai tren aktor digital tidak akan diterima penonton.

Tilly diperkenalkan ke publik pada September lalu sebagai aktor AI pertama di dunia. Namun, kehadirannya segera menuai penolakan luas dari sejumlah artis Hollywood, seperti Emily Blunt, Melissa Barrera, dan Simu Liu, serta serikat aktor Amerika, SAG-AFTRA.

Dalam pernyataannya, serikat tersebut menilai Tilly bukan aktor sesungguhnya, melainkan karakter buatan komputer yang dilatih menggunakan data dari aktor profesional tanpa izin maupun kompensasi.

SAG-AFTRA juga menegaskan, penonton menginginkan kisah yang berasal dari pengalaman manusia nyata, bukan hasil algoritma yang tidak memiliki empati atau kehidupan.

Menanggapi kritik itu, Eline Van der Velde melalui unggahan di Instagram pada 28 September menyatakan bahwa dirinya tidak melihat Tilly sebagai pengganti manusia, melainkan sebuah karya seni berbasis teknologi.

Ia menyebut AI hanyalah alat baru untuk berekspresi, sebagaimana penggunaan animasi, boneka, atau efek CGI di dunia film.***

×
Berita Terbaru Update