-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Turki Sebut Serangan Israel ke RS Gaza sebagai Kejahatan Perang dan Serangan terhadap Kebebasan Pers

Selasa, 26 Agustus 2025 | Agustus 26, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-04T07:00:36Z

- Turki mengecam keras serangan udara Israel yang menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk empat jurnalis, di Kompleks Medis Nasser, Khan Younis, Gaza Selatan, Senin (25/8/2025). Ankara menyebut aksi tersebut bukan hanya kejahatan perang, tetapi juga serangan terang-terangan terhadap kebebasan pers.

Menurut otoritas kesehatan Palestina, korban tewas dalam dua serangan drone beruntun itu mencakup tenaga medis, pekerja pertahanan sipil, serta seorang jurnalis yang bekerja untuk kantor berita internasional Reuters . Serangan ke salah satu rumah sakit terbesar di Gaza itu kembali memicu gelombang kecaman internasional karena dianggap melanggar hukum humaniter.

"Israel, yang terus melakukan kekejaman tanpa menghormati prinsip kemanusiaan maupun hukum internasional, berkhayal dapat menutupi kebenaran melalui serangan sistematis terhadap jurnalis," kata Kepala Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki, Burhanettin Duran dikutip via Al-Monitor.

Hingga berita ini diturunkan, militer Israel maupun Kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut. Serangan ke fasilitas kesehatan di Gaza semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah yang telah porak-poranda akibat blokade dan operasi militer berbulan-bulan.

Rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat perlindungan kini berulang kali menjadi sasaran, menambah daftar panjang dugaan pelanggaran hukum perang yang dilakukan Israel.

×
Berita Terbaru Update