- Industri otomotif kini tengah lesu dan dihantam badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Tak hanya di Indonesia, berbagai belahan dunia lain pun turut merasakan hal serupa.
Bahkan, di Jerman, yang terkenal sebagai salah satu produsen otomotif utama dunia, pada dua bulan terakhir hingga akhir Juni 2025, total 114.000 lapangan pekerjaan hilang. Hampir separuhnya berasal dari sektor otomotif.
Berdasarkan analisis EY berdasarkan data kantor statistik Jerman (Destatis), industri otomotif bahkan memangkas sekitar 51.500 posisi atau hampir 7 persen dari total tenaga kerja dari periode itu.
Melihat hal ini, Ketua Gabungan Kendaraan Industri Bermotor (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, mengakui bahwa kondisi pasar otomotif sangat lesu. Namun, dirinya tetap berharap yang terbaik untuk pasar otomotif Indonesia.
“Memang sedang sangat lesu, mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun bisa agak membaik . Kami juga khawatir jika penjualan dan produksi terus menurun dan bisa berdampak pada PHK, ini yang sangat tidak kami harapkan,” kata Jongkie saat dihubungi , Rabu (27/8).
Gaikindo pun berharap sejumlah pameran otomotif yang diadakan di Jakarta dan sejumlah tempat lainnya mampu mendongkrak angka penjualan yang sedang menurun saat ini.
“Makanya kami mengadakan pameran-pameran GIIAS Surabaya, Bandung , Makasar, Semarang dan GJAW agar bisa menjadi stimulus untuk menaikkan angka penjualan,” ungkap dia.
Sementara itu, Gaikindo telah merilis data penjualan mobil untuk Juli 2025. Hasilnya, total penjualan kendaraan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada Juli 2024 (year-on-year/yoy).
Berdasarkan data terbaru Gaikindo yang diterima , penjualan mobil secara wholesales pada Juli 2025 tercatat 60.552 unit, atau turun 18,4 persen dibandingkan Juli 2024 yang mencapai 74.230 unit.
Penjualan mobil secara retail juga mengalami penurunan 12,3 persen secara yoy, dengan capaian 62.770 unit, lebih rendah dibandingkan Juli 2024 yang membukukan 75.588 unit.
Namun, jika dilihat secara bulanan atau month-to-month (mtm), penjualan wholesales justru naik 4,8 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh penyelenggaraan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. (*)