Tottenham Hotspur akhirnya meresmikan transfer Mohammed Kudus dari West Ham United.
Gelandang serang asal Ghana itu menjadi rekrutan besar pertama era pelatih baru Thomas Frank, sekaligus menandai kembalinya aktivitas transfer antar dua rival London setelah lebih dari satu dekade.
Tottenham Hotspur telah menyelesaikan kesepakatan transfer senilai £55 juta (sekitar Rp 1,15 triliun) untuk mendatangkan Mohammed Kudus dari West Ham United.
Menurut laporan Daily Mail pada Kamis (10/7), Kudus telah menandatangani kontrak jangka panjang dan akan mengenakan nomor punggung 20 di musim mendatang.
Transfer ini juga menjadi yang pertama antara kedua klub sejak Scott Parker pindah dari West Ham ke Spurs pada 2011.
Sumber dari ESPN pada Kamis (10/7) menyebutkan bahwa pemain berusia 24 tahun itu, menyepakati kontrak berdurasi enam tahun setelah Spurs menaikkan tawaran awal mereka dari £50 juta (sekitar Rp 1,05 triliun) yang sempat ditolak oleh West Ham.
Meskipun dalam kontraknya bersama The Hammers terdapat klausul rilis sebesar £85 juta (sekitar Rp 1,78 triliun), pihak klub bersedia melepasnya di bawah nilai tersebut.
Kudus yang pernah menjadi incaran Chelsea, direkrut West Ham dari Ajax pada 2023. Selama berseragam The Hammers, ia mencatatkan 80 penampilan dengan torehan 19 gol dan 13 assist.
Menurut laporan terbaru ESPN pada Jumat (11/7), Kudus menyatakan kegembiraannya bergabung dengan Spurs dan menyebut proyek serta visi pelatih Thomas Frank sebagai alasan utama keputusannya.
“Salah satu hal terpenting mengapa saya datang ke sini adalah proyeknya dan bagaimana pelatih melihat masa depan tim. Saya ingin berkembang di bawah arahannya,” ujar Kudus di situs resmi klub.
Selain itu, Spurs juga dikabarkan hampir merampungkan transfer Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest setelah memicu klausul pelepasannya senilai £60 juta (sekitar Rp 1,26 triliun). Menurut Daily Mail, gelandang asal Inggris itu dijadwalkan menjalani tes medis pada Jumat (12/7).
Dengan bergabungnya Kudus dan kemungkinan datangnya Gibbs-White, Tottenham menunjukkan ambisi serius menghadapi musim baru di bawah arahan Thomas Frank.
Kehadiran pemain-pemain muda penuh potensi menjadi fondasi penting dalam membangun ulang skuad yang kompetitif di kancah domestik maupun Eropa. (*)