PIKIRAN RAKYAT – Tabir surya atau sunscreen dengan angka SPF tinggi kerap dianggap sebagai solusi utama untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Tak sedikit orang yang memilih produk dengan SPF 50, bahkan hingga SPF 100+, demi perlindungan maksimal, terutama saat berada di pantai atau beraktivitas luar ruangan.
Penelitian menunjukkan bahwa sunscreen dengan SPF tinggi memang memberikan perlindungan lebih baik dari sinar ultraviolet, khususnya UVB yang menjadi penyebab utama kulit terbakar dan mengalami peradangan. Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam Journal of the American Academy of Dermatology mengonfirmasi bahwa SPF 100+ mampu memberikan perlindungan lebih maksimal dibandingkan SPF 50 atau di bawahnya.
Namun, benarkah semakin tinggi angka SPF, semakin kuat perlindungannya?
SPF 100 vs SPF 50: Mana yang Lebih Efektif?
Sebuah studi lapangan yang dilakukan pada tahun 2018 dan dipublikasikan di jurnal yang sama melibatkan 199 orang peserta. Mereka diminta untuk menggunakan sunscreen dengan SPF 50 di satu sisi wajah dan SPF 100 di sisi lainnya, kemudian menghabiskan waktu di bawah sinar matahari alami.
Hasilnya cukup jelas: SPF 100 lebih efektif dalam mencegah terjadinya sunburn atau kulit terbakar, menunjukkan bahwa peningkatan angka SPF memberikan perlindungan tambahan, meskipun tidak drastis.
“Tabir surya SPF 100 memberikan pengurangan insiden kulit terbakar yang signifikan dibandingkan dengan SPF 50,” demikian kesimpulan para peneliti dalam laporan tersebut.
Memahami Perbedaan SPF 30, 50, dan 100
SPF, atau Sun Protection Factor , merupakan angka yang menunjukkan seberapa besar perlindungan suatu produk terhadap sinar UVB. Misalnya, SPF 30 berarti hanya sekitar 1/30 dari sinar UVB yang mampu menembus kulit, sedangkan SPF 100 menyaring hampir seluruhnya. Namun, peningkatan angka SPF tidak selalu berarti peningkatan perlindungan yang sangat besar.
Berikut adalah estimasi tingkat perlindungan berdasarkan tingkat SPF:
-
SPF 15: menyaring sekitar 93,3% sinar UVB
-
SPF 30: menyaring 96,7%
-
SPF 50: menyaring 98%
-
SPF 70: menyaring 99%
-
SPF 100: menyaring hingga 99,9%
Artinya, selisih perlindungan antara SPF 30 dan 100 hanya sekitar 3,2%. Tidak ada produk sunscreen yang mampu menyaring 100% sinar UVB, sehingga tetap ada risiko kerusakan kulit bila terpapar sinar matahari dalam waktu lama tanpa perlindungan lain.
Cara Tepat Menggunakan Sunscreen
Ahli dermatologi menekankan bahwa efektivitas sunscreen tidak hanya ditentukan oleh angka SPF, tetapi juga cara pemakaiannya. Sunscreen harus dioleskan secara merata sebanyak dua jari (untuk wajah dan leher), sekitar 15 menit sebelum terpapar sinar matahari. Selain itu, pemakaian ulang setiap dua jam sangat dianjurkan, terutama jika berkeringat atau berenang.
“Lebih penting menggunakan sunscreen dengan konsisten daripada memilih produk dengan SPF sangat tinggi tapi jarang diaplikasikan ulang,” kata Dr. Ava Shamban, seorang dermatolog asal AS, seperti dikutip dari Healthline.
Perlindungan Tambahan Sangat Disarankan
Selain penggunaan sunscreen, cara lain yang bisa dilakukan untuk menghindari dampak negatif sinar matahari termasuk:
-
Menggunakan pakaian pelindung berwarna gelap atau berbahan anti-UV
-
Mengenakan topi bertepi lebar dan kacamata hitam dengan perlindungan UV
-
Menghindari sinar matahari langsung antara pukul 10.00 hingga 16.00
-
Berteduh di bawah pohon atau payung saat berada di luar ruangan
Dengan pemahaman dan perlindungan yang tepat, risiko kerusakan kulit akibat sinar matahari dapat diminimalkan, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada angka SPF yang tinggi.***(Balqis Salma Suryana_UIN SGD Bandung)