-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Apa Pemicu Gempa M 8.7 di Rusia?

Rabu, 30 Juli 2025 | Juli 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-01T06:55:20Z

, Jakarta - Gempa bumi dengan magnitudo 8,7 mengguncang bagian timur Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu, 30 Juli 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan pemicu gempa ini berasal dari aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench).

Laporan Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) menyebutkan beberapa wilayah berpotensi tsunami akibat gempa ini, di antaranya wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam. Untuk kawasan Indonesia, BMKG menetapkan status waspada karena terdapat potensi tsunami dengan ketinggian gelombang kurang dari 0,5 meter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menghimbau masyarakat agar tetap waspada meski potensi ketinggian tsunami tergolong rendah. “Walaupun kecil, tsunami setinggi itu bisa membunuh. Kita punya pengalaman tahun 2011 di Papua, ada satu korban jiwa padahal tinggi gelombang terdeteksi hanya 33 centimeter,” ujar dia seperti dikutip Antara, Rabu, 30 Juli 2025.

BMKG memprediksi ada sepuluh wilayah Indonesia yang berpotensi terkena tsunami, yakni Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Raja Ampat, Biak Numfor, Supiori, Sorong bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan jika karakteristik pantai, terutama yang menyerupai teluk atau ceruk sempit, dapat memperkuat gelombang tsunami, sehingga potensi dampak lokal tetap perlu diwaspadai. “Kami terus memantau situasi secara real time dan memperbarui informasi jika ada perkembangan signifikan,” kata dia.

Hingga pukul 16.30 WIB, BMKG melaporkan telah terjadi 43 gempa susulan (aftershock), dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,9. Sebelumnya, BMKG sempat mencatat adanya kenaikan muka air laut di kawasan pesisir timur wilayah Indonesia sebagai akibat dari aktivitas tektonik.

“Kenaikan muka air laut terdeteksi di beberapa titik pantai Indonesia, dengan ketinggian antara 0,05 hingga 0,2 meter. Kondisi ini menunjukkan bahwa energi tsunami dari gempa Rusia menjalar ke wilayah perairan Indonesia, meskipun tidak signifikan,” ujarnya.

Gempa yang terjadi di bagian timur Semenanjung Kamchatka ini tercatat sebagai gempa terkuat keenam dalam sejarah. Efek yang ditimbulkan sangat besar, sehingga memicu munculnya peringatan tsunami di seluruh kawasan Pasifik. Para ahli menyebut gempa ini terjadi pada patahan megathrust , sama halnya dengan gempa yang pernah terjadi di Jepang pada 2011.

×
Berita Terbaru Update