— Peribahasa 'sudah jatuh tertimpa tangga' dirasakan Deltras FC setelah dua sosok penting mereka dihantam sanksi beruntun dari Komite Disiplin PSSI. Situasi ini membuat tim asal Sidoarjo itu kembali tersorot bukan karena performa, tetapi karena kasus disiplin yang menyeret ofisial dan pemain mereka.
Dalam hitungan hari, Komdis mengetuk dua keputusan berbeda yang sama-sama merugikan Deltras FC. Dampaknya membuat persiapan tim makin berat di tengah ketatnya persaingan Championship 2025/2026.
Kasus pertama muncul dari laga Deltras Sidoarjo melawan Persela Lamongan yang digelar di Stadion Gelora Delta pada 11 November 2025.
Pertandingan itu memunculkan insiden yang melibatkan ofisial Deltras, Rahardian Rachmad Dahniar.
Rahardian dinilai melakukan tindakan tidak pantas kepada perangkat pertandingan sehingga mendapat kartu merah langsung.
Responsnya yang dianggap tak menunjukkan etika pertandingan ikut menambah pertimbangan Komdis dalam menjatuhkan sanksi.
Komdis kemudian memutuskan larangan mendampingi tim selama empat pertandingan untuk Rahardian. Selain itu, ia diwajibkan membayar denda sebesar Rp 25 juta sebagai bentuk konsekuensi atas pelanggaran yang terjadi.
Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang berlangsung pada 17 November 2025. Informasi itu disampaikan akun resmi kompetisi melalui keterangan resmi yang merinci jenis pelanggaran hingga besaran sanksi.
Sanksi ini membuat Deltras harus kehilangan salah satu figur penting di area teknis pada empat laga ke depan. Situasi tersebut tentu memengaruhi dinamika tim yang tengah mencoba bersaing di kompetisi.
Belum selesai menghadapi satu masalah, Deltras kembali tersandung persoalan baru hanya beberapa hari kemudian. Kali ini giliran pemain belakang mereka, Ahmad Wahyudi, yang dijatuhi hukuman dari Komdis.
Ahmad terlibat insiden dalam pertandingan kontra Barito Putera di Stadion Demang Lehman, Martapura, pada 16 November 2025. Ia dinilai menyikut pemain lawan hingga mendapatkan kartu merah langsung pada menit akhir laga.
Kejadian itu memaksa Deltras tampil dengan 10 pemain pada sisa pertandingan. Tim akhirnya tumbang tipis 1-0 dalam duel yang berlangsung sengit hingga menit terakhir.
Sidang Komdis tertanggal 21 November 2025 memutuskan tambahan larangan bermain dua pertandingan untuk Ahmad. Selain itu, ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 5 juta sebagai konsekuensi pelanggaran keras tersebut.
Putusan ini membuat lini pertahanan Deltras kembali pincang pada laga-laga berikutnya. Kehilangan pemain belakang berpengalaman jelas bukan kabar baik untuk tim yang sedang mencari kestabilan permainan.
Rentetan sanksi dalam waktu berdekatan memunculkan tekanan baru bagi Deltras di tengah jadwal kompetisi yang padat. Kondisi ini menghadirkan tantangan tambahan bagi pelatih dan manajemen untuk menjaga ritme skuad.
Dua kasus tersebut menggambarkan betapa pentingnya menjaga emosi serta disiplin sepanjang pertandingan.
Setiap tindakan di lapangan maupun di area teknis selalu berada dalam pengawasan dan berpotensi menimbulkan konsekuensi besar.
Situasi ini juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen tim agar lebih berhati-hati saat menghadapi tensi tinggi pertandingan. Kompetisi berjalan panjang dan setiap sanksi dapat memengaruhi konsistensi maupun mental pemain.
Deltras kini dipaksa mengatur ulang strategi untuk menutupi kehilangan Ahmad Wahyudi. Penyesuaian taktik dan rotasi pemain mau tak mau harus dilakukan demi menjaga peluang bersaing.
Meski menghadapi situasi sulit, momentum ini bisa menjadi titik balik untuk memperbaiki manajemen emosi dan disiplin tim. Tantangan beruntun justru sering memunculkan motivasi baru bagi tim yang ingin bangkit lebih kuat.
Deltras membutuhkan ketenangan dan fokus penuh untuk keluar dari fase tidak menguntungkan ini.
Konsistensi permainan serta kedewasaan dalam menghadapi tekanan menjadi modal penting untuk menatap laga-laga berikutnya.
Rentetan sanksi ini memang terasa seperti sudah jatuh tertimpa tangga bagi Deltras FC.
Namun perjalanan panjang Championship 2025/2026 masih menyisakan banyak kesempatan untuk memperbaiki situasi dan memperkuat identitas tim.