-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mayat Pegawai Salon Ditemukan Membusuk di Kamar Kos Garut, Polisi Duga Terjatuh

Senin, 01 Desember 2025 | Desember 01, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-03T05:45:51Z
KORAN-PIKIRAN RAKYAT – Warga Garut digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki di sebuah kamar indekos di Kampung Maktal, Ke­lurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota. Korban diketahui bernama HS, seorang pegawai salon yang telah lama tinggal di indekos tersebut.

Kepala satuan Reskrim Polres Garut, Ajun Komisaris Joko Prihatin mengatakan, penemuan mayat bermula dari kecurigaan warga sekitar yang mencium bau tidak sedap dari arah kamar korban. Setelah diperiksa, warga mendapati HS sudah dalam kondisi tak bernyawa.

“Jasad korban ditemukan tergeletak di antara kamar dan kamar mandi,” ujar Joko, Senin 1 Desember 2025.

Polisi yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan memeriksa kondisi jasad. Be­r­dasarkan peme­riksaan awal, tidak ada tanda-tanda ke­kerasan pada tubuh korban.

Diungkapkan Joko, dari ha­sil penyelidikan, polisi menduga kuat bahwa HS me­ninggal dunia akibat kecelakaan, yakni terjatuh di dalam kamar. Dugaan itu diperkuat dengan ditemu­kannya luka memar pada bagian kepala kor­ban yang diperkirakan ber­asal dari benturan saat terjatuh.

Joko menambahkan, korban diperkirakan sudah me­ninggal sekitar empat hari sebelum ak­hirnya ditemu­kan. Kondisi ter­sebut menjadi penyebab munculnya bau me­nyengat yang kemudian mencuri perhatian warga sekitar dan memicu ditemukannya tubuh HS.

"HS sendiri merupakan warga Kecamatan Samarang, Garut, yang dikenal sebagai pegawai salon dan telah la­ma menjadi penghuni indekos tersebut," ujarnya.

Sejumlah tetangga korban, mengungkapkan bahwa korban cenderung hidup sendiri dan jarang berinteraksi sehingga peristiwa tersebut ba­ru diketahui setelah muncul bau mencurigakan.

Setelah dievakuasi dari lokasi, kata Joko, jasad HS dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Slamet Garut untuk pemeriksaan lanjutan. Namun, pihak keluarga me­milih untuk tidak dilakukan autopsi dan segera membawa jenazah untuk dima­kamkan.

“Korban telah diserahkan kepada keluarga dan dima­kam­­kan. Keluarga menolak un­tuk dilakukan autopsi,” ucap Joko.

Sementara itu, seorang warga, Adi (39) mengaku  meihat ada darah yang sudah menge­ring di sekitar ke­pala korban. Ha ini menimbulkan spekulasi adanya ke­ti­dakwajaran yang menjadi penyebab kematian korban.

"Kami melihat, ada darah yang sudah memgering yang diduga berasal dari bagian kepala korban," katanya.

Menurut Adi, meski diketahui sudah cukup lama tinggal di kawasan tersebut. Akan tetapi, warga tidak terlalu mengetahui secara detail me­ngenai identitas korban. Yang mereka tahu, korban adalah warga Kecamatan Sa­marang yang bekerja sebagai pegawai di salah satu salon dan ter­kadang  berbisnis katering.

Beberapa hari sebelumnya warga masih melihat korban sedang sarapan nasi kuning di warung yang ada di depan tempat kosan. Informasi tentang penemuan jasad pegawai salon ini beredar luas di sejumlah aplikasi media sosial.***

×
Berita Terbaru Update