PIDIE, - Desa Jojo di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, menjadi salah satu desa yang terdampak banjir. Ratusan kepala keluarga di desa ini pun mengungsi karena desa meraka tenggelam akibat banjir.
Kepala Desa Jojo Masri dalam Kompas Malam KompasTV , Sabtu (29/11/2025) mengungkapkan kondisi terkini di pengungsian warga.
"Untuk bantuannya alhamdulillah sebagian sudah kita terima. Namun, ada beberapa bantuan yang masih dikoordinator ataupun yang masih dititipkan di pihak kecamatan karena banjir yang kita alami bukan Desa Jojo saja, namun ada beberapa tetangga desa juga yang mengalami dampak banjir," ujarnya.
Terkait warga yang terdampak, Masri mengungkap ada 480 KK di Desa Jojo yang mengalami dampak banjir dan masih membutuhkan bantuan.
"Semua akses, semua lini, makanan, peralatan selimut, pakaian anak-anak, dan sebagainya itu masih kita butuhkan," ucapnya.
Ia menyebut, hampir semua warga tidak sempat membawa perlengkapan, baju, atau hal-hal lainnya saat banjir terjadi.
"Banyak rumah-rumah yang memang rusak, kemudian dokumen-dokumen, alat-alat kerja, kemudian pakaian, peralatan rumah tangga, semua ini enggak bisa kita gunakan lagi," ujarnya terkait kerusakan yang terjadi pascabanjir.
Masri mengatakan pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak kecamatan untuk diteruskan kepada pihak kabupaten terkait kerusakan yang terjadi, termasuk dokumen warga yang rusak akibat banjir, agar mendapatkan bantuan.
Selain itu, menurut keterangannya, desa tersebut memiliki tiga dusun, tetapi ada satu yang belum bisa terakses.
"Yang belum bisa kita akses itu Dusun Jojo karena masih tertimbun dengan lumpur sehingga kita masih membutuhkan bantuan untuk ekskavator untuk mengorek semua ataupun membuang lumpur-lumpur yang masih ada di jalan-jalan yang aksesnya masyarakat," tuturnya.