-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Darya-Varia Kenalkan Inovasi Alkes IoT Buatan Anak Bangsa, Percepat Deteksi Dini PTM

Senin, 01 Desember 2025 | Desember 01, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-01T15:50:43Z

- JAKARTA - PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) bersama Kementerian Kesehatan menggelar Seminar Kesehatan Nasional di Cibis Park, Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam acara Menuju 50 Tahun Darya-Varia: Bangun Generasi Sehat, Masa Depan Hebat ini, tersedia layanan Cek Kesehatan Gratis menggunakan alat kesehatan besutan Darya Varia.

Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kementerian Kesehatan, Dita Novianti Sugandi Argadiredja menyoroti pentingnya Transformasi Layanan Primer.

Dia menegaskan pilar pertama Transformasi Kesehatan ini berfokus pada penguatan upaya promotif–preventif.

Selain itu, peningkatan skrining kesehatan, serta kesiapan layanan primer di seluruh wilayah sebagai fondasi masyarakat sehat.

Dita juga menekankan peran strategis industri farmasi yang tidak hanya terbatas pada penyediaan obat, tetapi juga alat kesehatan untuk mempercepat deteksi dini penyakit.

Kementerian Kesehatan menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat seperti yang dilakukan Darya-Varia.

Dita pun berharap perusahaan farmasi tersebut dapat terus mendukung pemerintah dalam transformasi kesehatan di Indonesia mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Saya berharap Darya-Varia juga dapat melakukan medical check-up gratis secara berkala. Industri farmasi tidak hanya mencakup obat, tetapi juga alat kesehatan," ujar Dita.

"Mudah-mudahan alat baru yang diperkenalkan dapat membantu deteksi dini kesehatan masyarakat," imbuhnya.

Presiden Direktur Darya-Varia, Ian Kloer menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung visi pemerintah.

Fokus utama perusahaan yakni mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai inisiatif nyata.

"Kami mengharapkan melalui acara ini, dapat menciptakan gerakan masyarakat untuk mencapai pola hidup sehat," tutur Ian Kloer.

Peningkatan kesadaran kesehatan menjadi krusial merujuk pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Meski terjadi penurunan prevalensi hipertensi dibanding Riskesdas 2018, tantangan penyakit tidak menular (PTM) masih perlu diwaspadai, karena banyaknya individu yang tidak menyadari kondisi kesehatannya.

Data SKI 2023 menunjukkan sekitar 8% individu usia 18-59 tahun tidak mengetahui mereka mengidap diabetes, dan sekitar 20% tidak sadar mengidap hipertensi.

Angka ketidaktahuan ini melonjak pada kelompok usia 60 tahun ke atas, yakni 18% untuk diabetes dan 34% untuk hipertensi.

Merespons tantangan deteksi dini PTM tersebut, Darya-Varia memperkenalkan Divi Lab.

Alat ini merupakan pengukur kesehatan berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) pertama di Indonesia yang diproduksi di dalam negeri, hasil kolaborasi dengan PT Astra Komponen Indonesia (ASKI).

Inovasi Divi Lab dirancang untuk mengukur gula darah, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah secara terintegrasi.

Ian Kloer menambahkan kehadiran alat ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi kesehatan modern guna mendukung percepatan deteksi dini penyakit tidak menular.

"HKN merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan aksi kolektif dalam bidang kesehatan," imbuhnya.

Presiden Direktur ASKI Prihatanto Agung Lesmono, menilai kolaborasi ini sebagai upaya mendorong kemandirian industri alat kesehatan nasional.

Pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu meningkatkan kemampuan pencegahan penyakit sejak dini.

“Kami berharap inovasi seperti ini dapat turut meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujar Prihatanto. (mcr31/jpnn)

×
Berita Terbaru Update