-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tiga Rahasia Utama Popularitas KDM Melesat

Kamis, 30 Oktober 2025 | Oktober 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-01T09:45:48Z

PR Subang – Popularitas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), diakui berada di atas rata-rata dibandingkan dengan pemimpin daerah lain, bahkan melesat signifikan dalam waktu singkat.

Dosen sekaligus pengamat politik, Adi Prayitno, membedah fenomena ini dan mengungkap tiga variabel utama yang menjadi rahasia di balik keterkenalan Dedi Mulyadi yang "gak kaleng-kaleng lagi."

Dalam analisisnya yang dikutip pada Rabu (29/10/2025), Adi Prayitno menyebut popularitas pemimpin publik tidak terpisahkan dari dinamika politik modern, dan sosok KDM menjadi studi kasus menarik di Indonesia.

"Harus diakui dibandingkan dengan pemimpin-pemimpin politik yang lainnya, popularitas Dedi Mulyadi itu relatif melesat dan menanjak secara signifikan. Ini adalah salah satu fenomena politik yang menarik untuk dibicarakan," ujar Adi Prayitno.

Bahkan, menurut beberapa hasil survei yang dirilis, KDM memiliki tingkat keterkenalan yang melampaui kepala daerah lain, dengan hampir 100% warga Jawa Barat mengaku kenal dengan Gubernur mereka.

Berikut adalah tiga kunci utama yang diidentifikasi Adi Prayitno di balik lonjakan popularitas KDM:

1. Maestro Media Sosial (Medsos)

Faktor paling dominan adalah penggunaan media sosial yang masif dan terstruktur. Adi Prayitno menyebut aktivitas KDM di medsos "cukup berdenyut, cukup kencang."

- Jangkauan Luas: Hingga saat ini, akun Instagram Dedi Mulyadi memiliki followers hampir 6 juta, sementara akun TikTok-nya telah melampaui 10 juta pengikut. Kanal YouTube-nya pun telah memiliki subscriber di atas 8 juta.

- Engagement Tinggi: Angka-angka ini menunjukkan tingginya tingkat engagement (keterlibatan) dan rasa ingin tahu ( curiosity ) publik terhadap setiap kegiatan dan manuver kebijakan yang dilakukan KDM.

- Relevansi: Adi Prayitno mengingatkan, 95% rakyat Indonesia sudah terkoneksi internet, dan 88% di antaranya mencari informasi politik melalui medsos. KDM dinilai berhasil memanfaatkan fakta ini untuk menunjukkan apa yang sudah ia lakukan.

2. Strategi Diferensiasi dan Kontroversi Unik

Kunci kedua adalah diferensiasi , yakni kemampuan KDM untuk tampil berbeda dan agresif dengan kebijakan yang dianggap tidak lazim, seringkali memicu perdebatan dan kontroversi.

- Kebijakan Berani: Contohnya adalah kebijakan mengirim pelajar nakal ke barak, Satgas Anti Premanisme, larangan study tour sekolah (yang diklaim KDM tidak mengganggu pariwisata), hingga wacana jam malam bagi siswa.

- Berani Head to Head : Yang terbaru, KDM berani menghentikan aktivitas pertambangan di Rumpin, Kabupaten Bogor, meski menuai kritik keras. KDM berargumen bahwa protes harusnya juga muncul ketika ada korban jiwa akibat aktivitas tambangan tersebut.

- Menciptakan Spotlight: "Keterlibatan seseorang untuk berbicara tentang Dedi Mulyadi itu adalah poin penting kenapa Dedi itu keterkenalannya terus meningkat," kata Adi Prayitno. Konten unik yang kontroversial ini menciptakan spotlight yang terus menerus menyinari KDM.

3. Konsistensi dalam Komunikasi Politik

Yang terakhir adalah konsistensi. Di era digital saat ini, pemimpin harus konsisten menggunakan medsos sebagai bentuk pertanggungjawaban politik dan sarana interaksi.

Menurut Adi Prayitno, pejabat publik perlu "memamerkan" apa yang sudah mereka lakukan kepada rakyat, sekalipun itu menimbulkan pro dan kontra. Konsistensi inilah yang membuat pesan politik KDM terus sampai ke masyarakat luas.

"Kalau Anda ingin nyenengin sama orang, ya mending tidur saja. Pemimpin yang tidak pernah melahirkan kontroversi itu adalah pemimpin yang tidak berbuat apa-apa," tutup Adi Prayitno.***

×
Berita Terbaru Update