-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Suami Ditahan,Istri Supriyono dan Teguh Istiyanto Terus Dukung Perjuangan AMPB Pati

Senin, 03 November 2025 | November 03, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-05T07:20:04Z
Ringkasan Berita:
  • Istri aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono dan Teguh Istiyanto tetap mendukung perjuangan warga Pati meski suami mereka ditahan polisi.
  • Mereka mengakui adanya risiko dari perjuangan yang disuarakan Surpiyono dan Teguh.
  • Hari ini, mereka akan membawa AMPB, keluarga besar, dan tetangga untuk menjenguk Supriyono dan Teguh yang ditahan di Mapolda Jateng Semarang.

, PATI - Istri dan keluarga besar Supriyono alias Botok serta Teguh Istiyanto berencana mendatangi Mapolda Jawa Tengah untuk memberi dukungan kepada aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) itu.

Istri Supriyono, Anik Sriningsih, dan istri Teguh, Siti Khodijah, menyatakan tetap semangat mendukung AMPB meski suami mereka ditangkap polisi.

Hal ini diungkap Anik dan Siti saat bertemu wartawan, Senin (3/11/2025) malam.

Diketahui, Supriyono dan Teguh ditetapkan sebagai tersangka setelah memblokade Jalan Pantura Pati-Rembang di Desa  Widorokandang, Pati, Jumat (31/10/2025).

Aksi itu bentuk kekecewaan mereka atas hasil sidang paripurna DPRD Pati yang menolak pemakzulan Bupati Sudewo.

Per Sabtu (1/11/2025), menurut keterangan Polresta Pati, Supriyono dan Teguh ditetapkan sebagai tersangka dan dibawa ke Mapolda Jateng.

Anik maupun Siti mengaku telah mengetahui adanya risiko semacam ini di balik perjuangan suami mereka.

Namun, keduanya menegaskan tidak patah semangat dan tetap mendukung suami mereka memperjuangkan suara rakyat.

"Dengan adanya ini, kami berdua tidak patah semangat mendukung perjuangan suami kami."

"Kami selalu mendukung perjuangan suami. Dari awal pun kami sudah tahu, dalam perjuangan ini ada risiko seperti ini tapi saya tetap mendukung, tidak gentar."

"Soalnya, menurut saya, pemerintahan itu kotor, saya nggak suka itu," ucap Anik di rumah makan miliknya, Warung Kerang (WK) Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Senin malam.

Namun, sebagai istri, dia tetap merasa sedih ketika Supriyono dan rekan seperjuangannya, Teguh, ditangkap aparat penegak hukum.

Menurut Anik, suaminya dan Teguh Istiyanto hanya menyuarakan suara rakyat.

"Suami saya dan Pak Teguh melakukan aksi itu (pemblokiran jalan) kan atas dasar kekecewaan karena hasil sidang paripurna tidak sesuai dengan suara rakyat, kami kecewa," jelas dia.

Bawa Rombongan Pendukung

Anik mengatakan, Sabtu (1/11/2025) kemarin, dirinya didampingi pengacara sudah menjenguk Supriyono di Mapolda Jateng.

Dia berupaya memberikan dukungan moral kepada sang suami.

Hari ini, Selasa (4/11/2025), Anik bersama Siti Khodijah berencana kembali menjenguk suami mereka.

Bahkan, mereka akan datang bersama anggota lain AMPB, keluarga besar, serta para tetangga.

Mereka bakal mengendari bus dan kendaraan pribadi bertolak ke Kota Semarang.

Mereka ingin menunjukkan dukungan kepada Supriyono dan Teguh.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kami semua masih bersama mereka, masih mendukung perjuangan mereka. Biar mereka tidak merasa sendiri, dan tidak merasa ditinggalkan," jelas Anik.

Dia berharap, pihak kepolisian bisa segera membebaskan Supriyono dan Teguh.

Sebab, menurutnya, yang mereka lakukan semata-mata memperjuangkan suara rakyat.

Ditanya tentang proses hukum ke depan, Anik menyerahkan sepenuhnya kepada tim advokasi yang dipimpin Nimerodi Gulo.

"Kami ada pendamping pengacara dari Bang Gulo. Prosesnya saya ikut di Bang Gulo saja. Soalnya, saya ibu rumah tangga, tidak tahu proses hukum dan politik secara mendalam."

" Alhamdulillah , saya berterima kasih pada tim advokasi yang mendampingi kami," tandas dia. (*)

×
Berita Terbaru Update