-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SMIL Incar Pendapatan Rp600 Miliar, Intip Faktor Pendorongnya

Selasa, 11 November 2025 | November 11, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-12T07:15:03Z

, JAKARTA—PT Sarana Mitra Luas Tbk. (SMIL), emiten penyedia jasa penyewaan alat berat dan logistik menargetkan pendapatan sebesar Rp600 miliar pada 2026 seiring dengan ekspansi bisnis batu bara.

Direktur Utama SMIL Hadi Suhermin menyatakan target pendapatan Rp600 miliar pada 2026 akan ditopang oleh peningkatan permintaan jasa alat berat di sektor tambang batu bara.

“Kami melihat ceruk pasar yang besar pada jasa penyewaan alat berat di kawasan tambang. Batu bara masih menjadi pilar utama ketahanan energi nasional, dan kami siap menjadi mitra strategis yang menyediakan alat berat dengan efisiensi dan keandalan tinggi,” ujar Hadi dalam siaran pers, Rabu (12/10/2025).

Untuk memperkuat posisinya, SMIL resmi memperluas lini usaha ke sektor pertambangan melalui skema Joint Operation (JO) dengan sejumlah mitra strategis di bawah payung Sarana Cipta Minergi (SCM). Perseroan juga menggandeng PT Barakara dan PT ATOZ sebagai pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Dalam struktur kerja sama tersebut, SCM menguasai 40% saham operasional, sementara SMIL bertindak sebagai penyedia alat berat utama — mulai dari dump truck, excavator, dozer, hingga support equipment lainnya.

Tambang baru yang dikelola melalui JO tersebut berlokasi di Painan, Sumatera Barat, dengan target produksi awal 200.000 metrik ton per bulan, dan potensi peningkatan hingga 500 ribu ton per bulan.

Kualitas batu bara mencapai GAR 7000 kcal, dan kontribusi SMIL dalam penyediaan armada alat berat diproyeksikan setara dengan kapasitas 4 juta ton per tahun. Melalui ekspansi ini, SMIL menargetkan tambahan pendapatan berulang (recurring income) yang signifikan, sekaligus memperluas portofolio bisnis di luar sektor transportasi dan logistik.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap PDB nasional mencapai Rp2.198 triliun atau 10,5% pada 2023, dan diproyeksikan tumbuh hingga Rp273,4 triliun pada 2026.

Hadi menegaskan bahwa langkah SMIL ke sektor pertambangan bukan hanya menambah sumber pendapatan baru, tetapi juga menciptakan sinergi bisnis dengan lini usaha utama perusahaan.

“Penyediaan alat berat di tambang akan meningkatkan utilisasi armada kami secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi SMIL dalam rantai pasok pertambangan nasional,” tegasnya.

Dengan kombinasi strategi ekspansi, efisiensi operasional, dan potensi pasar yang besar, SMIL optimistis target pendapatan Rp600 miliar di 2026 akan tercapai, sekaligus memperkuat pondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

×
Berita Terbaru Update