-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Siswa SMA Averos Sorong Teliti Kulit Kayu Teh Moi untuk Gagal Jantung,Berbuah Perak di Ajang OPSI

Selasa, 18 November 2025 | November 18, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-21T08:40:03Z
Ringkasan Berita:
  • Siswa SMA Averos Sorong meraih beberapa penghargaan tingkat nasional, termasuk Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI), dan program pertukaran pelajar ke Jerman.
  • Peserta Tim riset SMAS Averos I Dewa Triweda Angkasa meneliti ekstrak kulit kayu teh dimanfaatkan Suku Moi sebagai teh herbal dan mengujinya meningkatkan aktivitas kardiotonik sebagai upaya penanganan gagal jantung.

, SORONG - Siswa SMA Averos Sorong meraih beberapa penghargaan tingkat nasional, termasuk Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI), dan program pertukaran pelajar ke Jerman.

Tim riset SMAS Averos raih Medali Perak OPSI 2025 pada final di Universitas Surabaya (Ubaya), 10-16 November 2025.

Ajang ini diikuti peserta dari seluruh sekolah di Indonesia dan Luar Negeri, totalnya 2.512 peserta.

Dari jumlah itu, hanya 18 finalis lolos ke babak final di Ubaya, termasuk tim Averos beranggotakan I Dewa Triweda Angkasa dan Uhti Khoiriyah.

Pendamping Tim Untari mengatakan, persiapan riset sejak siswa masih berada di kelas 11.

“Bahan kimia dan alat riset banyak tidak tersedia di Sorong, jadi didatangkan dari Jawa,” kata Untari.

Peserta Tim riset SMAS Averos I Dewa Triweda Angkasa meneliti ekstrak kulit kayu teh dimanfaatkan Suku Moi sebagai teh herbal dan mengujinya meningkatkan aktivitas kardiotonik sebagai upaya penanganan gagal jantung.

“Saingannya berat, terutama dari Jawa. Tapi kami tidak mau kalah. Setelah tur lab di Ubaya, kami makin semangat karena fasilitas mereka luar biasa,” ujarnya.

Dua siswi Averos Aura Zanjabila Syurah dan Cinta Tri Amanda mengikuti program Sister School ke HLA Flensburg, Jerman.

Keduanya belajar tentang sistem pendidikan vokasi selama dua minggu.

“Kami pelajari banyak hal baru, dari ekonomi, office learning, sampai cara kerja di sana. Kami diajak ke tempat bersejarah seperti Berlin Cathedral, Museum Viking, sampai Tembok Berlin,” ujar kedua siswa itu.

Program ini merupakan kerja sama antara SMA Averos Sorong dengan sekolah mitra di Jerman.

Prestasi lainnya datang dari Aisyah Sarayda Ali, mewakili Papua Barat pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 di Banten, 10–14 November.

Ia turun di bidang Biologi dan berhasil meraih Medali Perunggu.

Aisyah mengaku persaingan sangat ketat karena mayoritas peserta berasal dari Madrasah Aliyah.

“Saya dari SMA, jadi harus belajar materi agama lebih dalam karena soal OMI mengintegrasikan ayat Al-Quran dengan konsep biologi,” ucapnya.

OMI 2025 diikuti sekitar 484 peserta dari seluruh Indonesia, dan setiap bidang tingkat SMA diisi sekitar 44 peserta. (/angela cindy)

×
Berita Terbaru Update