PR GARUT – Proyek raksasa Tol Getaci (Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap) terus menjadi sorotan publik, bukan hanya karena skalanya yang luar biasa besar, tetapi juga karena potensi ekonomi yang akan dibawa ke wilayah Priangan Timur, khususnya Kabupaten Garut.
Di tengah proses pembebasan lahan untuk Seksi 1 Gedebage–Garut Utara, perhatian kini tertuju pada rencana pembangunan rest area yang akan menjadi penggerak ekonomi baru di sepanjang jalur tol tersebut.
Mengutip laporan sejumlah media daerah, proyek Tol Getaci direncanakan memiliki delapan rest area yang tersebar dari Gedebage hingga Cilacap — empat di segmen Gedebage–Tasikmalaya dan empat lagi di segmen Tasikmalaya–Cilacap.
Dari peta trase yang ada, rest area akan dibangun di titik-titik strategis, salah satunya di wilayah Garut, tepatnya sekitar Kadungora dan Leles, yang dikenal memiliki akses wisata dan kuliner yang kuat.
Setiap rest area nantinya akan dilengkapi fasilitas modern seperti toilet, tempat makan, minimarket, ATM center, layanan kesehatan, hingga ruang terbuka hijau, menjadikannya tempat istirahat yang nyaman sekaligus pusat interaksi ekonomi masyarakat lokal.
Tiga Lokasi Potensial Rest Area di Garut
Dari hasil survei dan kajian awal, tiga titik di Garut dinilai paling potensial untuk dijadikan lokasi rest area:
- Kadungora – Dekat Situ Bagendit, kawasan ini strategis sebagai pintu masuk wisata ke Garut sekaligus jalur utama Bandung–Garut.
- Leles – Wilayah pegunungan dengan potensi wisata pemandian air panas dan kuliner khas Sunda, cocok dikembangkan sebagai rest area tematik.
- Malangbong – Berada di perbatasan Garut–Tasikmalaya, lokasinya ideal sebagai titik transisi antar-segmen jalan tol dan jalur logistik.
Selain tiga lokasi utama itu, masyarakat di sekitar Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, juga berharap desanya dapat menjadi bagian dari proyek ini. Iwan Ridwan, Kepala Desa Sukasenang, menuturkan bahwa desanya memiliki potensi besar di sektor UMKM, kuliner, dan kerajinan tangan khas Garut.
“Kami berharap pemerintah pusat mendukung ide rest area yang memberdayakan pelaku UKM lokal. Ini langkah kecil yang bisa membawa manfaat besar,” ujar Iwan.
Rest Area untuk UMKM dan Wisata
Pemerintah berencana menjadikan rest area di Tol Getaci bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi juga destinasi mini yang memamerkan potensi lokal — mulai dari kuliner, kerajinan, hingga pemandangan alam.
Konsep ini diharapkan bisa menjadi etalase UMKM Garut, tempat wisatawan mencicipi dodol Garut, membeli batik khas, hingga menikmati kopi lokal di tengah perjalanan panjang.
Dorong Pariwisata dan Investasi Priangan Timur
Kehadiran rest area di sepanjang Tol Getaci diprediksi akan memberikan dampak besar bagi ekonomi wilayah Priangan Timur. Konektivitas yang lebih cepat dari Bandung ke Garut dan Tasikmalaya akan memperlancar arus wisatawan dan memperluas peluang usaha baru di sektor perhotelan, kuliner, dan perdagangan.
Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, proyek ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memeratakan pembangunan ekonomi di Jawa Barat bagian selatan. Dengan kombinasi akses cepat dan potensi wisata yang melimpah, Garut berpeluang menjadi simpul ekonomi baru di jalur strategis Tol Getaci.***