WARTA PONTIANAK - Pengamat transportasi intermoda Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani mendorong pemerintah segera membangun infrastruktur untuk pegerakan armada dari dan ke Pelabuhan Kijing. Tak hanya itu, Usmulyani juga meminta pemerintah tegas memindahkan perusahaan yang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Dwikora untuk pindah ke Pelabuhan Kijing.
"Yang saya tahu dapat informasinya ada tujuh perusahaan yang mampu melakukan pergerakan untuk bongkar muat. Tapi ada dua perusahaan yang tidak mau dengan alasan yang menurut saya sangat klise, investasi. kita udah cek kemarin mereka belum melakukan investasi apa pun," ungkap Usmulyani pada Rabu 12 November 2025.
Usmul juga meminta pemerintah dapat memberikan win win solution untuk mengatasi kendala yang dihadapi perusahaan-perusahaan yang masih belum memindahkan unit kerjanya ke Pelabuhan Kijing.
"Regulasi pemerintah harus berani mengatakan tidak ada abuse of power. Jangan ada penyimpangan kekuasaan. Orang yang punya kekuatan berkuasa, merasa 'Ini saya tetap di sana aja', ndak bisa, harus berlaku adil dalam masalah ekonomi, harus memberikan win win solution," tambahnya.
Akses jalan juga menjadi perhatiannya. Pemerintah diharapkan dapat segera mempercepat pembangunan akses jalan untuk kendaraan menuju dan keluar dari Pelabuhan Kijing. Mengingat kerap kali terjadi kecelakaan yang melibatkan tronton.
"Apa yang menjadi kendala adalah dukungan dari pihak pemerintah terhadap shipment pergerakan dari Kijing ini, yaitu menyangkut jalan untuk keluar dari sini sampai ke Pontianak dan daerah lain. Ini harus menjadi percepatan untuk dilakukan oleh pihak terkait, yaitu pemerintah provinsi mensupport untul jalannya, untuk jalurnya karena kan dari tronton yang ada ini harus terpisah dari pada umum, karena tingkat safety sangat kurang apabila bersatu dengan kendaraan-kendaraan lain," ujarnya.
"Tronton itu kan panjang, sangat beresiko. Makanya pemerintah harus melakukan percepatan pembangunan jalur khusus peti kemas yang berlabuh di Pelabuhan Kijing dan harus mendapatkan support maksimum baik dari pemerintah provinsi mau pun pemerintah pusat," tambah Usmulyani.
Usmulyani juga menilai Pelabuhan Kijing saat ini sudah memenuhi standard internasional dan sudah siap untuk beroperasi dengan maksimal jika didukung dengan akses jalan.
"Dan ini sudah memenuhi standard semuanya. Standard yang sudah disiapkan oleh Pelindo ini sangat luar biasa, sudah memenuhi standard internasional untuk pengiriman kapal keluar dan masuk, cuma dukungan pemerintah berupa aksesibilitasnya," tutupnya.