-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kronologi Warga Baduy Jadi Korban Begal di Jakarta, Alami Luka Bacok Saat Jualan Madu

Selasa, 04 November 2025 | November 04, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-05T08:15:03Z
PIKIRAN RAKYAT - Seorang warga Baduy bernama Repan (16) menjadi korban pembegalan saat berjualan madu di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/10/2025) dini hari. Akibat kejadian tersebut, Repan mengalami luka bacok di bagian tangan dan barang dagangannya dirampas oleh pelaku.

Peristiwa yang menimpa warga Baduy Dalam asal Kampung Cikeusik, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten itu viral di media sosial setelah beredar foto dan keterangan kondisi korban yang disebut sempat ditolak rumah sakit saat hendak berobat.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat, Inspektur Satu Ruslan Basuki, membenarkan peristiwa tersebut.

“Korbannya sudah membuat laporan di Unit Reserse Kriminal Polsek Cempaka Putih,” ujar Ruslan saat dikonfirmasi, Selasa (4/11/2025).

Ruslan menjelaskan, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku.

“Saat ini proses perkaranya masih dalam penyelidikan,” ucapnya kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Oom, juga membenarkan bahwa korban merupakan warganya. Ia mengatakan, Repan sudah biasa berjalan kaki ke Jakarta untuk menjual madu secara keliling seorang diri.

“Repan itu memang biasa jualan madu ke Jakarta, jalan kaki sendirian. Sudah sering, bukan pertama kali,” kata Oom saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (4/11/2025).

Menurut Oom, kejadian pembegalan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB saat Repan tengah berjalan di kawasan Rawasari. Tiba-tiba, dua orang pelaku datang dengan sepeda motor dan menodongkan senjata tajam.

“Repan ditodong senjata, lalu mencoba menangkis, tapi tangannya kena bacok dan harus dijahit sekitar 10 jahitan,” ungkapnya.

Oom menambahkan, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut beberapa hari setelah peristiwa terjadi, tepatnya pada Sabtu (1/11/2025), karena Repan kehilangan ponselnya saat dibegal.

“Saya baru dapat laporan tanggal 1, karena Repan tidak bisa dihubungi. Handphone-nya hilang, dicuri pelaku,” jelasnya.***

×
Berita Terbaru Update