-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harga Bitcoin Anjlok 6,4 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya: Institusi 'Cabut' Rp 14,5 T dari ETF

Jumat, 14 November 2025 | November 14, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-15T22:50:39Z

bengkulu.pikiran-rakyat.com - Harga Bitcoin (BTC) dan pasar kripto secara luas mengalami aksi jual signifikan sejak perdagangan, Kamis (13/11/2025), yang berlanjut hingga pagi ini, Sabtu (15/11/2025). Pertanyaan utama investor: Kenapa harga BTC turun hari ini?

Jawabannya terletak pada pergerakan investor institusional. Harga Bitcoin tercatat anjlok 6,4% dan diperdagangkan di level $96.956 . Pelemahan tajam ini bertepatan dengan aksi "eksodus massal" dari produk Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat.

Pada hari Kamis, 13 November 2025, produk Spot Bitcoin ETF mencatatkan arus keluar bersih ( net outflow ) gabungan sebesar $869,9 juta .

Angka ini (setara Rp 14,5 triliun, asumsi kurs Rp 16.700/USD) menandai arus keluar harian terbesar kedua sejak produk investasi ini diluncurkan. Rekor outflow terparah sebelumnya terjadi pada 25 Februari 2025, mencapai $1,14 miliar.

BlackRock, Fidelity, dan Grayscale Kompak Dibuang

Aksi jual ini terjadi serempak di hampir semua penerbit ETF besar. Menurut data SoSoValue, berikut adalah rincian outflow yang terjadi:

  • Grayscale (GBTC & Mini Trust): Memimpin arus keluar dengan total $318,2 juta.
  • BlackRock (IBIT): Mengalami outflow sebesar $256,6 juta.
  • Fidelity (FBTC): Ditinggal investor sebesar $119,9 juta.
  • ETF Lainnya: Produk dari Ark/21Shares, Bitwise, VanEck, Invesco, Valkyrie, dan Franklin Templeton juga mencatatkan arus keluar bersih.

Analis: Ini Sinyal 'De-Risking' Akibat Ketidakpastian The Fed

Para analis pasar melihat fenomena ini sebagai sinyal investor besar sedang "mengurangi risiko" ( de-risking) di tengah ketidakpastian ekonomi makro.

Min Jung, analis riset di Presto Research, mencatat bahwa ini adalah sinyal "de-risking secara luas di pasar".

Menurutnya, investor sedang memutar modal dari aset berisiko tinggi ( higher-beta ) ke aset aman ( safety ).

"Ini mencerminkan ketidakpastian seputar jalur (kebijakan) Federal Reserve dan memburuknya sentimen makro," ujarnya.

Sentimen ini diperkuat oleh data CME Group FedWatch tool, yang menunjukkan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Desember telah merosot drastis dan kini hanya tersisa 52,1%.

Disisi lain, Vincent Liu dari Kronos Research menyebutnya sebagai "risk-off reset", di mana institusi menarik diri di tengah "kebisingan makro".

Meskipun terjadi tekanan jual jangka pendek, beberapa analis melihat ini sebagai potensi titik support.

Seperti misalnya diungkapkan Justin d'Anethan dari Arctic Digital, Ia mengidentifikasi bahwa jika harga menyentuh area $90.000-an, ini bisa menjadi "peluang membeli" bagi investor yang selama ini ketinggalan kereta ( sidelined investors ). **

---

Disclaimer: Artikel ini adalah informasi untuk edukasi dan tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual aset kripto. Perdagangan aset kripto memiliki risiko yang sangat tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

×
Berita Terbaru Update