-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gelombang 2,5 Meter Ancam Perairan NTT, BMKG Keluarkan Peringatan 24 Jam

Sabtu, 15 November 2025 | November 15, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-16T22:40:11Z
Derana NTT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi bagi wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya untuk para nelayan dan operator pelayaran.

Peringatan ini berlaku 24 jam penuh, mulai 15 November 2025 pukul 08.00 WITA hingga 16 November 2025 pukul 08.00 WITA, menyusul meningkatnya potensi gelombang tinggi yang berisiko mengancam keselamatan pelayaran.

BMKG melaporkan bahwa ketinggian gelombang di sejumlah perairan NTT dapat mencapai 1,25–2,5 meter, level yang tergolong berbahaya bagi perahu nelayan tradisional dan kapal tongkang.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan aktivitas melaut tanpa pertimbangan kondisi cuaca terkini.

Daftar Perairan yang Berisiko Mengalami Gelombang Tinggi

Sejumlah wilayah strategis di NTT diprediksi menghadapi gelombang tinggi signifikan, di antaranya:

  1. Selat Sape, Perairan Flores, dan Selat Flores bagian barat
  2. Selat Pantar, Selat Alor, serta perairan selatan Alor dan Pantar
  3. Selat Sumba dan Laut Sawu
  4. Selat Ombai, perairan Sabu Raijua, dan perairan utara Timor
  5. Perairan Kupang–Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan–timur Rote

Selain gelombang tinggi, kondisi cuaca di perairan NTT berpotensi berawan, hujan, hingga disertai petir, yang dapat memicu jarak pandang buruk dan meningkatkan risiko kecelakaan di laut.

Angin Kencang dan Badai Petir Memicu Gelombang Tinggi

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang menjelaskan bahwa gelombang tinggi dipicu oleh angin kencang dari Barat Daya hingga Barat Laut.

Kecepatan angin bahkan tercatat mencapai 12 hingga 60 km/jam, cukup kuat untuk membentuk gelombang besar di berbagai titik rawan.

Imbauan BMKG: Tunda Aktivitas Melaut Jika Kondisi Berbahaya

BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi nelayan dan pengguna jasa transportasi laut.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca sebelum berlayar.

“Aktivitas melaut sebaiknya ditunda apabila angin dan gelombang menunjukkan potensi membahayakan. Kewaspadaan dini adalah kunci untuk mencegah kecelakaan laut selama periode cuaca ekstrem ini,” tegas BMKG.***

×
Berita Terbaru Update