, Maumere – Warga Desa Lowolabo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, digemparkan oleh dugaan upaya penculikan terhadap seorang siswi sekolah dasar di wilayah tersebut pada Selasa, 4 November 2025 sekitar pukul 07.20 WITA. Dua pria tak dikenal disebut-sebut mencoba menarik siswi berinisial MYUS itu di depan gerbang sekolah.
Informasi tersebut dibenarkan Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K, melalui Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga, S.M. IPDA Leo menerangkan, personel Polsek Paga telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan koordinasi langsung dengan pihak sekolah terkait peristiwa itu.
“Benar, pada Selasa pagi telah terjadi dugaan ancaman dan atau percobaan penculikan terhadap seorang siswi SDI Lowolabo. Saat itu korban baru diantar oleh ayahnya ke sekolah dan sedang berdiri di depan gerbang,” ujar IPDA Leo, Rabu, 5 November 2025.
Ia menjelaskan, sesaat setelah ayah korban meninggalkan lokasi untuk membeli ikan, datang dua pria mengendarai sepeda motor matic X-Trail warna hitam. Mereka berhenti di depan gerbang sekolah dan menanyakan alamat sambil menunjukkan layar ponsel kepada korban.
“Kedua orang itu sempat menarik baju korban, awalnya pelan kemudian semakin kuat,” kata IPDA Leo.
Beruntung, Kepala Sekolah SDI Lowolabo, Patrisiana Pada, S.Pd., yang sedang berada di ruangannya, keluar dan melihat kejadian tersebut. Kehadirannya membuat kedua pria itu panik dan segera meninggalkan lokasi menuju Maumere.
Pasca peristiwa itu, berbagai spekulasi bermunculan di masyarakat, bahkan keresahan sempat meluas di media sosial. Kepala sekolah pun segera mengambil langkah untuk menenangkan para orang tua siswa, sembari berkoordinasi dengan pihak kepolisian Sektor Paga.
“Kami sudah mengimbau para orang tua agar tetap tenang dan tidak panik. Anak-anak tetap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa, namun orang tua diharapkan wajib mengantar dan menjemput anak mereka,” kata Patrisiana Pada.
Kepada polisi, Kepsek Patrisiana mengaku, pihak sekolah sebelumnya telah berencana merekrut satuan pengamanan (Satpam) sekolah.
“Pada bulan Agustus 2025, kami sudah mengagendakan pertemuan dengan Komite Sekolah terkait perekrutan Satpam. Setelah koordinasi selesai, kami akan segera merekrut petugas keamanan sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, YK, ayah kandung korban, mengaku sempat cemas dan khawatir atas peristiwa tersebut. Kata dia, awalnya anaknya sempat trauma, tetapi beberapa jam kemudian kondisinya sudah membaik.
“Saya masih belum bisa memastikan apakah kejadian ini benar-benar percobaan penculikan atau hanya kesalahpahaman. Karena itu, saya meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini,” ungkap YK.
Menanggapi hal itu, IPDA Leonardus Tunga menegaskan, pihak kepolisian tidak tinggal diam dan kini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut.
“Polsek Paga saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna membuat terang kasus ini dan mengetahui motif para pelaku. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak,” tegasnya.
Kepolisian berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang beredar di media sosial dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan terhadap dugaan upaya penculikan siswi SDI Lowolabo masih terus berlangsung.***