JURNAL GAYA - Dunia perfilman Indonesia kembali semarak di awal November. Kamis, 6 November 2025, jadi tanggal yang spesial karena empat film lokal lintas genre tayang bersamaan di bioskop tanah air.
Dari horor yang bikin bulu kuduk merinding, sampai drama yang menyentuh sisi kemanusiaan, semuanya menawarkan kekuatan cerita dan deretan bintang papan atas yang siap mengaduk emosi penonton.
Berikut 4 film lokal yang tayang serentak pada 6 November 2025, semua bisa kamu pilih sesuai mood dan genre favoritmu minggu ini.
1. Sosok Ketiga: Lintrik – Teror Ilmu Pelet yang Menguji Cinta
Disutradarai Fajar Nugros, film Sosok Ketiga: Lintrik menghadirkan perpaduan antara drama rumah tangga dan okultisme Jawa.
Adinda Thomas memerankan Andin, istri muda yang mulai curiga ada yang tidak beres dalam pernikahannya. Suaminya, Aryo (Wafda Saifan), ternyata menjalin hubungan dengan Naura (Aulia Sarah), perempuan misterius yang menggunakan ilmu Lintrik, pelet mistis berbahaya, demi merebut Aryo dari Andin.
Film ini memadukan elemen spiritualitas lokal dengan ketegangan psikologis. Dengan dukungan Nugie dan Adzwa Aurel sebagai keluarga yang mencoba melindungi Andin, Sosok Ketiga: Lintrik menjanjikan pengalaman horor yang lebih dalam dari pendekatan cinta, kesetiaan, dan kutukan yang datang dari pengkhianatan.
2. Kuncen – Pendakian yang Berujung Maut
Nama Jose Poernomo dikenal sebagai sutradara spesialis horor atmosferik, dan kali ini ia kembali lewat Kuncen.
Dibintangi Azela Putri, Cinta Brian, dan Davina Karamoy, film ini mengisahkan sekelompok pendaki yang mencari kekasih mereka yang hilang di Gunung Merapi. Namun, teror dimulai ketika sang kuncen penjaga gunung meninggal dunia.
Sosok makhluk gaib dan legenda mistis Merapi jadi latar kuat yang memadukan keindahan alam dengan misteri spiritual. Kuncen bukan hanya menawarkan ketakutan visual, tapi juga refleksi tentang batas manusia yang nekat menantang wilayah sakral.
3. Pangku – Cinta, Kehidupan, dan Luka di Pinggir Jalan Pantura
Film Pangku menjadi proyek ambisius Reza Rahadian, yang kali ini tak hanya tampil di balik layar sebagai sutradara, tapi juga menulis skenarionya bersama Felix K. Nesi.
Dibintangi Claresta Taufan, Christine Hakim, dan Fedi Nuril, film ini menggambarkan kehidupan perempuan muda bernama Sartika yang mencari arti hidup di tengah kerasnya kehidupan Pantura.
Ketika Maya (Christine Hakim) menawarkan pekerjaan tak biasa—melayani pelanggan sambil memangku mereka—Sartika dihadapkan pada dilema moral dan perasaan cinta yang tumbuh bersama Hadi (Fedi Nuril), seorang sopir truk.
Pangku adalah drama humanis dengan sentuhan sosial yang lembut tapi menghantam. Film ini menyoroti bagaimana perempuan sering kali terjebak antara kebutuhan, cinta, dan pencarian martabat diri di tengah realitas ekonomi.
4. Solata – Tawa, Air Mata, dan Arti Pulang
Sementara itu, dari genre drama keluarga-komedi, film Solata garapan Ichwan Persada hadir sebagai penyeimbang dari tiga film lain yang sarat tensi.
Rendy Kjaernett berperan sebagai Angkasa, pria yang kehilangan pekerjaan, ibu, dan cinta dalam waktu bersamaan. Dalam keputusasaan, ia memutuskan pergi menjadi guru relawan di Ollon, Tana Toraja.
Di sana, ia bertemu murid-murid unik dengan nama seperti para presiden Indonesia—dari Karno sampai Bambang. Melalui tawa dan pelajaran sederhana, Angkasa menemukan makna baru tentang hidup dan harapan.
Solata hadir sebagai kisah ringan tapi hangat, cocok untuk penonton yang mencari tontonan reflektif dengan pesan positif.
Nah, kamu tinggal pilih mau dibuat merinding, menangis, atau tersenyum hangat di kursi bioskop. Apa pun pilihanmu, Kamis, 6 November 2025, jelas jadi hari yang sibuk sekaligus menggembirakan bagi para pencinta film lokal.***