, BANDUNG — Manajemen PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menyiapkan strategi bisnis baru dengan membidik rute penerbangan baru hingga bengkel pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) pada 2026.
Komisaris PT BIJB Dedi Taufik mengatakan BIJB saat ini masih melayani penerbangan internasional oleh maskapai Scoot Airlines rute Singapura dengan tingkat keterisian kursi mencapai 70%–80%. Ke depan, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah maskapai domestik untuk membuka rute populer seperti Denpasar, Balikpapan, dan Kualanamu.
"Nanti kita akan kerja sama dengan airline sehingga nanti penerbangan diharapkan di tahun depan, yang sekarang baru Scoot ya karena turun, kita ingin coba dengan block seat dengan rute yang memang diminati yaitu Denpasar, Balikpapan, dan Kualanamu," katanya, Rabu (12/11/2025).
Pada Maret 2026, Garuda Maintenance Facility (GMF) akan mulai mengoperasikan fasilitas perbaikan helikopter yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi bandara.
"Kita mengharapkan GMF kita akan me- repair helikopter, kita diharapkan bulan Maret sudah bisa operate repair helikopter nanti ada pemasukan. Kita terus berbenah untuk bandara Kertajati," ungkapnya.
Dedi mengakui jumlah armada pesawat yang beroperasi di Indonesia masih terbatas berpengaruh pada penambahan rute di Kertajati. Dari sekitar 750 unit pesawat, hanya sekitar 370-an yang beroperasi aktif. Hal ini membuat maskapai cenderung memilih rute-rute dengan potensi pasar besar.
"Sekarang kita melihat bahwa pesawat di Indonesia kalau semua melayani ada 750, tapi semua repair berarti tidak operasi. Yang ada kurang lebih 370 lebih, jadi para penyedia airline milih rute yang memang bagus. Makanya dengan kita berikan block seat atau subsidi mudah-mudahan bisa meramaikan traffic di bandara," paparnya.
Pihaknya berharap Kertajati tidak hanya menjadi bandara point-to-point , tetapi berkembang menjadi bandara hub yang terhubung dengan berbagai rute domestik dan internasional. Selain itu, penerbangan embarkasi umrah dan haji akan terus ditingkatkan.
Tahun ini, Kertajati telah melayani sekitar 21.000 jemaah haji, dan ke depan diharapkan seluruh keberangkatan haji asal Jawa Barat dapat dipusatkan di sana.
"Bandara Kertajati itu baru point to point, belum jadi hub. Kita inginkan jadi hub dan kemudian kita upaya embarkasi umrah berjalan terus karena haji sudah berjalan dengan menerbangkan 21 ribu orang. Sekarang tiap tahun untuk haji yang kemarin terbagi dua yaitu dari Soetta dan Kertajati, kita harapkan semua dari Kertajati," pungkasnya.