- Salah satu sistem pendeteksi banjir yang sudah terbukti ampuh adalah early warning system (EWS), di Ponorogo sendiri terdapat 3 EWS yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.
Dalam penuturannya, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun mengatakan ketiga EWS tersebut berada di Sungai Tempuran, Ngampel Balong, dan Kali Gendol.
Ketiganya dipastikan bisa berfungsi optimal, kendalanya hanya perlu mengganti accu yang sudah mulai melemah.
"Rata-rata masih berfungsi dengan baik (alat EWS), hanya perlu dukungan dari sisi energi karena accu-nya mulai melemah. Kami sudah melakukan perbaikan agar alat lebih peka mendeteksi kenaikan elevasi air," jelas Masun.
Alat EWS ini memiliki fungsi untuk mendeteksi banjir, jika volume air di ketiga sungai sudah tinggi maka sistem akan menyalakan alarm.
Ketika alarm EWS menyala, maka BPBD dan masyarakat bisa mengantisipasi bencana banjir lebih cepat.
Lebih lanjut, untuk mitigasi, Masun mengaku sudah berkoordinasi dengan kepala desa yang berada di aliran sungai bengawan Solo.
"Aliran Bengawan Solo itu melewati sebagian wilayah Kecamatan Mlarak, Jetis, Siman, dan Kecamatan Ponorogo yang tahun lalu sempat terdampak luapan air sungai," jelasnya.
Dia juga menghimbau pada masyarakat untuk tetap waspada, bencana banjir tidak bisa diprediksi dan mitigasi bukan hanya dari pemerintah tapi juga masyarakat.
"Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. Dengan adanya peringatan dini bersamaan kesadaran warga yang meningkat, maka dapat menekan dampak bencana," jelasnya.***