-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Autopedia (ASLC) Milik TP Rachmat Ungkap Jurus Genjot Bisnis Mobil Bekas

Senin, 03 November 2025 | November 03, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-05T07:35:02Z

, JAKARTA — Emiten Grup Triputra milik konglomerat TP Rachmat , PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. ( ASLC ) mengungkapkan strategi untuk menggenjot penjualan mobil bekas hingga akhir 2025.

Presiden Direktur ASLC Jany Candra mengatakan, sepanjang Januari–September 2025, ASLC telah menjual mobil bekas lebih dari 3.000 unit. Capaian ini meningkat 26% (year-on-year/yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, strategi ASLC untuk mendongkrak kinerja hingga akhir tahun difokuskan pada ekspansi dan penguatan ekosistem mobil bekas. Perseroan menargetkan pembukaan dua showroom baru Caroline.id sebelum akhir 2025.

"Ekspansi ini diharapkan memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan transaksi penjualan mobil bekas ," ujar Jany kepada Bisnis , dikutip Selasa (4/11/2025).

Tak hanya itu, ASLC akan terus memperkuat transformasi digital dan integrasi layanan Online-to-Offline guna memberikan pengalaman transaksi yang lebih aman, transparan, dan efisien bagi konsumen, serta mendorong pertumbuhan pendapatan di seluruh lini bisnisnya.

Sementara itu, di lini bisnis lelang JBA, perseroan juga terus melakukan penambahan dan relokasi pool (depot) agar dapat melayani lebih banyak kendaraan roda empat, roda dua, serta berbagai jenis barang lainnya.

Adapun, saat ini JBA memiliki 15 cabang dan 24 hub yang tersebar di seluruh Indonesia. Platform JBA kini telah sepenuhnya online, namun tetap menghadirkan layanan lelang fisik untuk memberikan fleksibilitas kepada pelanggan.

Menilik laporan keuangannya, ASLC membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp29,96 miliar per kuartal III/2025, turun 25,47% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp40,21 miliar.

Jany menjelaskan, penyebab penurunan laba bersih perseroan tak terlepas dari lesunya daya beli masyarakat pada paruh pertama 2025.

"Hal itu menyebabkan mobil bekas yang terjual kebanyakan mobil dengan harga di bawah Rp200 juta, yang memiliki laba kotor yang lebih rendah dibandingkan mobil premium harga di atas Rp200 juta," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, ekspansi cabang Caroline.id pada 2025 telah membuka total 17 cabang hingga September 2025, atau lebih banyak dibandingkan 14 cabang tahun lalu. Hal itu juga yang menyebabkan beban operasional turut meningkat, sehingga menekan laba bersih.

Di lain sisi, ASLC sebenarnya mencatatkan pertumbuhan pendapatan signifikan 15,53% yoy menjadi Rp712,97 miliar per kuartal III/2025. Namun, beban pokok pendapatan ASLC naik 22,5% yoy menjadi Rp511,08 miliar.

"Meski demikian, penting dicatat bahwa ASLC tetap mampu membukukan laba, bahkan secara kuartalan [quarter-on-quarter/QoQ] laba bersih Q3/2025 justru tumbuh 72,7% dibandingkan Q2/2025, di tengah kondisi ekonomi yang menantang," pungkas Jany.

×
Berita Terbaru Update