-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Jepang, Wanita Pertama Pimpin Negeri Sakura

Selasa, 21 Oktober 2025 | Oktober 21, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-29T10:20:06Z
Sanae Takaichi telah mencatatkan sejarah sebagai Perdana Menteri wanita pertama Jepang. Pada 21 Oktober 2025, ia terpilih melalui pemungutan suara di Majelis Rendah dengan 237 suara, mengalahkan Yoshihiko Noda dari Partai Demokrat Konstitusional Jepang yang memperoleh 149 suara.

Takaichi, yang lahir pada 7 Maret 1961 di Prefektur Nara, dikenal sebagai seorang konservatif keras dan memiliki pandangan nasionalis. Ia merupakan murid politik dari mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dan dikenal karena pandangannya yang tegas dalam isu-isu keamanan dan kebijakan luar negeri.

Pada 4 Oktober 2025, Takaichi terpilih sebagai Presiden Partai Demokrat Liberal (LDP), menjadikannya wanita pertama yang memegang posisi tersebut.

Kemenangan ini terjadi setelah LDP membentuk koalisi dengan Partai Inovasi Jepang (JIP), yang memastikan dukungan cukup untuk menghalau potensi perlawanan dari oposisi bersatu.

Dalam pidato pertamanya sebagai Perdana Menteri, Takaichi menegaskan komitmennya untuk membangun ekonomi Jepang yang kuat dan melindungi kepentingan nasional melalui diplomasi dan keamanan.

Ia juga menyatakan tekadnya untuk memperkuat aliansi Jepang-AS sebagai landasan dalam diplomasi internasional.

Meskipun terpilih sebagai perdana menteri wanita pertama, Takaichi tidak dikenal sebagai pendukung kesetaraan gender. Ia menentang pernikahan sesama jenis dan penggunaan nama keluarga ganda dalam pernikahan.

Dalam kabinetnya, hanya dua wanita yang diangkat, yang menunjukkan kurangnya representasi perempuan dalam pemerintahan.

Takaichi juga dikenal karena pandangannya yang konservatif dalam isu-isu sosial dan sejarah, termasuk kunjungannya ke Kuil Yasukuni yang kontroversial, yang dapat memengaruhi hubungan Jepang dengan negara-negara tetangga seperti Tiongkok dan Korea Selatan.

Dalam bidang ekonomi, Takaichi berencana untuk melanjutkan dan memperkuat kebijakan "Abenomics" yang fokus pada pelonggaran moneter dan belanja fiskal agresif untuk merangsang ekonomi Jepang.

Dalam hubungan internasional, Takaichi berencana untuk memperkuat aliansi dengan Amerika Serikat dan meningkatkan pertahanan Jepang. Kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Jepang pada akhir Oktober 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam diplomasi Jepang-AS.***

×
Berita Terbaru Update