-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rapor Merah Pemain Persebaya Surabaya! Mikael Tata Paling Rendah, Leo Lelis Terbaik

Sabtu, 18 Oktober 2025 | Oktober 18, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-23T07:50:30Z

—Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit di kandang sendiri usai dikalahkan Persija Jakarta dengan skor 1-3 pada laga pekan ke-9 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (18/10/2025) malam. Kekalahan ini bukan hanya soal hasil di papan klasemen, tetapi juga mencerminkan performa inkonsisten sejumlah pemain Green Force di lapangan.

Pelatih Eduardo Perez mencoba berbagai cara agar timnya bisa bangkit. Namun rapor individu para pemain menunjukkan adanya ketimpangan di lini belakang dan serangan.

Dari seluruh pemain yang tampil, Mikael Tata menjadi sorotan dengan nilai terendah 6,6, sedangkan Leo Lelis mencuri perhatian berkat performa solidnya dengan rating tertinggi 8,4.

Laga sendiri berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Persija tampil lebih efektif memanfaatkan peluang di babak pertama, sementara Persebaya Surabaya terlihat kesulitan mengimbangi intensitas permainan lawan.

Tertinggal dua gol, Eduardo Perez mencoba menyegarkan lini depan dengan memasukkan Gali Freitas menggantikan Malik Risaldi. Keputusan ini sempat membawa harapan ketika Mihailo Perovic menjebol gawang Persija di awal babak kedua, tetapi gol itu dianulir wasit karena offside.

Momentum itu gagal dimanfaatkan Persebaya Surabaya untuk membalikkan keadaan. Justru Persija kembali menekan lewat peluang Rizky Ridho di menit ke-51 yang memaksa Ernando Ari melakukan penyelamatan gemilang.

Ernando tampil cukup konsisten di bawah mistar dengan rating 7,1. Dia beberapa kali menggagalkan peluang emas Persija, meski akhirnya harus memungut bola dari gawangnya tiga kali.

Masalah besar muncul di lini belakang. Mikael Tata yang ditempatkan di sisi kanan pertahanan terlihat kesulitan mengimbangi pergerakan pemain cepat Persija dan beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya. Nilai 6,6 menjadi cermin performa yang kurang disiplin dalam menjaga area sendiri.

Rekan duetnya di jantung pertahanan, Dime Dimov, juga tak tampil maksimal dengan rating 6,8. Pemain asal Bulgaria itu sempat terlambat menutup ruang pada gol kedua Persija yang membuat mental tim kian tertekan.

Sebaliknya, Leo Lelis menjadi satu-satunya pemain belakang yang tampil menonjol. Bek asal Brasil itu bukan hanya kokoh dalam duel udara, tapi juga mencetak satu-satunya gol untuk Persebaya Surabaya melalui sundulan tajam di menit ke-77.

Performa impresif Lelis membuatnya pantas dinobatkan sebagai pemain terbaik Persebaya Surabaya di laga ini. Rating 8,4 menjadi bukti kontribusi besar yang dia berikan, baik dalam bertahan maupun membantu serangan dari bola mati.

Di lini tengah, duet Rachmat Irianto dan Milos Raickovic bekerja keras menjaga keseimbangan permainan. Irianto tampil energik dengan rating 7,5, sering kali menjadi jembatan antara lini belakang dan depan, sedangkan Raickovic mencatat 6,9 karena kurang tajam dalam mendistribusikan bola ke depan.

Francisco Rivera tetap menjadi motor utama serangan Persebaya Surabaya. Gelandang asal Meksiko itu mendapat nilai 8,2 setelah menciptakan assist cantik lewat sepak pojok yang diselesaikan Lelis menjadi gol.

Di sisi sayap, Bruno Moreira dan Malik Risaldi bermain dengan intensitas tinggi namun kurang efisien. Bruno mendapat rating 7,1 karena beberapa kali membuka ruang lewat dribel cepat, sedangkan Malik hanya mendapat 6,7 sebelum akhirnya digantikan Gali Freitas.

Masuknya Gali Freitas di babak kedua sebenarnya membawa perubahan ritme permainan. Dia menciptakan beberapa peluang berbahaya dan melepaskan tembakan jarak jauh di menit ke-58, tetapi kiper Carlos Eduardo tampil gemilang menepis bola tersebut.

Sayangnya, kontribusi Gali tak cukup mengangkat performa tim secara keseluruhan. Pemain asal Timor Leste itu mendapat rating 6,3, menjadi yang terendah kedua setelah Mikael Tata di laga ini.

Di lini depan, Mihailo Perovic berjuang keras mencari celah pertahanan Persija. Dia sempat mencetak gol yang dianulir dan mendapat nilai 7,1, menandakan upayanya cukup positif meski belum berbuah hasil nyata.

Sementara itu, Diego Mauricio yang masuk sebagai pemain pengganti tak banyak memberi pengaruh. Striker asal Brasil itu hanya mendapat rating 6,5 setelah gagal memanfaatkan peluang di menit-menit akhir pertandingan.

Secara keseluruhan, performa Persebaya Surabaya kali ini menunjukkan adanya ketimpangan kualitas antar pemain. Beberapa nama seperti Lelis, Rivera, dan Irianto, masih tampil konsisten, namun sektor pertahanan sisi kanan dan efektivitas lini depan perlu evaluasi serius.

Eduardo Perez kini menghadapi pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki organisasi tim agar tidak kembali kehilangan poin di laga-laga berikutnya. Kekalahan 1-3 dari Persija bukan hanya mencoreng rekor kandang, tetapi juga memberi sinyal kuat konsistensi menjadi kunci jika Green Force ingin bersaing di papan atas.

Dengan catatan 10 poin dari sembilan pertandingan, Persebaya Surabaya tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara. Hasil ini membuat para pendukung berharap tim kebanggaan mereka segera bangkit di laga selanjutnya agar rapor merah tak kembali mewarnai perjalanan Green Force musim ini.

×
Berita Terbaru Update