-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jaga Manfaat Peserta, Dapen BCA Pertahankan Porsi Besar di SBN dan Deposito Berjangka

Selasa, 21 Oktober 2025 | Oktober 21, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-29T10:00:05Z

, JAKARTA — Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) Penyelenggara Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) Bank Central Asia atau Dapen BCA membeberkan strategi investasi yang tengah dijalankannya.

Direktur Utama Dapen BCA Budi Sutrisno mengungkapkan pihaknya berorientasi pada pengelolaan yang konservatif dan berimbang. Fokusnya adalah menjaga stabilitas hasil investasi dan likuiditas jangka pendek untuk mendukung pembayaran manfaat peserta.

“Penempatan terbesar masih berada pada instrumen pendapatan tetap, khususnya Surat Berharga Negara [ SBN ] dan Deposito Berjangka, yang dinilai memberikan hasil stabil dengan risiko minimal,” ungkapnya kepada Bisnis , Rabu (22/10/2025).

Sebagai informasi, hal tersebut seirama dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat penyimpanan aset di deposito berjangka melonjak 20,24% secara ( year on year /YoY) menjadi Rp101,64 triliun per Juli 2025. Penempatan di SBN pun naik 2,76% menjadi Rp138 triliun.

Budi meneruskan, meski secara industri terjadi peningkatan pada deposito, Dapen BCA tetap menjaga proporsi signifikan pada SBN. Hal ini karena imbal hasilnya kompetitif dan risiko gagal bayarnya sangat rendah.

“Pendekatan ini sejalan dengan karakter program pensiun iuran pasti, yang menekankan keberlanjutan manfaat dan pengelolaan risiko secara hati-hati,” tegas dia.

Kendati demikian, dia turut membeberkan pihaknya mulai melihat peluang di saham yang fundamentalnya kuat, terutama di sektor perbankan dan konsumsi domestik.

“Yang umumnya diuntungkan dari penurunan suku bunga dan peningkatan daya beli masyarakat. Penyesuaian dilakukan secara hati-hati dan proporsional dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan profil risiko lembaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi memperinci per September 2025 porsi investasi Dapen BCA yang terkait dengan pasar modal mencapai sekitar 49,22% dari total portofolio investasi.

Komposisinya terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 39,28%, Obligasi dan Sukuk Korporasi sebesar 6,36%, dan Saham sebesar 3,58% dari total portofolio.

“Sementara itu, kinerja portofolio investasi hingga akhir kuartal III tahun 2025 tercatat sebesar 6,79% [ year-to-date ], masih sejalan dengan target tahunan yang ditetapkan,” tutup dia.

Untuk diketahui selain deposito berjangka dan SBN yang meningkat, penyimpanan aset industri dana pensiun per Juli 2025 di deposito on call melonjak 11,64% YoY menjadi Rp2,37 triliun, kemudian di sukuk korporasi naik 12,33% YoY menjadi Rp7,53 triliun.

Sementara itu, penempatan aset industri dana pensiun di surat berharga BI dan saham masing-masing turun sebesar 16,22% YoY dan 9,82% YoY.

×
Berita Terbaru Update