SUARA JAYAPURA – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-81 di Kota Jayapura, menjadi panggung bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura untuk menegaskan kembali posisi strategis santri dalam pembangunan.
Acara peringatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura ini, dipusatkan di Pondok Pesantren Hidayatullah Holtekamp, Distrik Muara Tami pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Plt. Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Evert Nicolas Merauje, bertindak selaku pembina dalam upacara yang turut dihadiri Forkopimda, serta segenap Santri dari beberapa Pesantren di kota ini.
Pada kesempatan ini Merauje mengatakan, HSN 2025 bukan hanya sekadar seremonial, melainkan momen penting untuk meneladani semangat perjuangan para Santri dan Ulama pendahulu.
"Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjuangan para santri dan ulama. Mereka tidak hanya berjuang dengan senjata, tetapi juga dengan pena, tetapi juga ilmu dan doa," ujar Sekda.
Dirinya menyoroti tema HSN 2025, Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia, sebagai pengingat bahwa tantangan bangsa telah bergeser. Dimana tantangan di masa kini bukan lagi fisik, melainkan penjajahan pemikiran, teknologi, dan budaya.
“Oleh karena itu, santri masa kini harus mampu mengawal kemerdekaan dengan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan semangat kebangsaan yang kuat," tegasnya.
Dalam konteks Kota Jayapura yang dikenal plural dan multikultural, Plt. Sekda menekankan pentingnya peran santri sebagai penjaga harmoni. Dikatakan, kota Jayapura adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai kerukunan dan toleransi dapat tumbuh berdampingan.
“Saya percaya, peran santri dan para ulama di Kota Jayapura sangat besar dalam menjaga harmoni, memperkuat kebersamaan, serta menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda," jelasnya.
Lebih lanjut, Merauje berpesan agar santri di era digital harus menjadi penjaga moral bangsa, menjadi pelopor kemajuan teknologi yang beretika, serta menjadi duta perdamaian dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Merauje juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kemenag Kota Jayapura dan seluruh panitia yang sukses menyelenggarakan HSN 2025. Ia berharap peringatan ini menjadi sarana motivasi untuk terus memperkuat persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
"Semoga santri-santri di Kota Jayapura senantiasa menjadi santri yang berakhlak, berilmu, dan berkontribusi untuk negeri," pungkas Merauje.***