KABAR CIREBON - Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, selain menjadi objek wisata yang menarik, juga menjadi pusat penelitian arkeologi dan geologi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) termasuk yang memberi support terhadap penelitian objek wisata sejarah megalitikum tersebut.
Para peneliti baru sepakat terhadap umur batuan yang ada di situs Gunung Padang. Mereka memperkirakan umur batuan di sana mencapai 10.000 hingga 25.000 tahun Sebelum Masehi (SM).
Bagaimana batuan itu terbentuk di situs Gunung Padang, masih dalam perdebatan. Ada yang menyebut terbentuk secara alami. Namun ada juga pendapat dibangun oleh manusia.
Penelitian pun berkembang, jika batuan tersebut dibangun oleh manusia, dari mana asal batuan itu, terus bagaimana cara mengangkutnya, lantas apa fungsinya.
Sementara, masyarakat setempat sempat tidak berani mengusik keberadaan situs Gunung Padang. Mereka menganggap tempat tersebut sangat keramat.
Sebagai tempat pemujaan tidak boleh diganggu. Bahkan ada yang mengaitkan situs Gunung Padang merupakan istana yang dibangun oleh Prabu Siliwangi, Penguasa Tatar Pasundan.
Cerita yang kental mitos dan penelitian yang masih berlangsung di Gunung Padang menarik minat Komunitas Happy Vibes Squad (HVS) Kota Bandung untuk melakukan kunjungan pada Rabu 15 Oktober 2025.
Berikut tujuh hal yang menarik ditemukan di situs Gunung Padang dan jangan dilewatkan oleh wisatawan. Simak ya biar dapat kenang-kenangan dari objek wisata sejarah megalitikum Gunung Padang.
1. Mata Air Cikahuripan
Turis yang berkunjung ke situs Gunung Padang, setelah masuk pintu utama langsung disambut Mata Air Cikahuripan. Secara harfiah Mata Air Cikahuripan berarti Mata Air Kehidupan. Ada kepercayaan cuci muka di sana bisa membuat awet muda.
Uniknya, walau di musim kemarau, Mata Air Cikahuripan tidak pernah kering. Penelitian dilakukan untuk mencari asal usul sumber air tersebut. Ada pendapat, Mata Air Cikahuripan untuk menyucikan diri sebelum melakukaan pemujaan di situs Gunung Padang.
"Airnya menyegarkan. Waktu mau naik saya tidak sempat mencoba. Tapi pas turun, saya coba cuci muka di Mata Air Cikahuripan. Lumayan bisa mengurangi rasa lelah," kata Bu Anda, anggota Komunitas HVS.
2. Batu Gamelan
Pada saat ini, keberadaan Batu Gamelan agak tertutup karena di lokasi sedang ada penggalian terkait penelitian lanjutan. Tepatnya di teras pertama, Batu Gamelan berbentuk segi empat memajang dan warnanya hitam.
Disebut Batu Gamelan karena mengeluarkan bunyi seperti alat musik saat ditepuk menggunakan tangan. Cukup dengan tangan ya, jangan memukul batu tersebut dengan alat atau batu lainnya.
"Iya jadi penasaran dengan bunyi yang dikeluarkan batu itu. Unik saja ada batu saat ditepuk mengeluarkan bunyi yang nyaring," ucap Teh Ayu.
3. Batu Kujang
Hal unik lainnya yang tak boleh dilewatkan turis saat berkunjung ke situs Gunung Padang, yakni keberadaan Batu Kujang. Seperti diketahui Kujang merupakan senjata khas orang Sunda.
Nah pada batu tersebut, terlihat jelas ada ukiran yang mirip dengan bentuk Kujang (keris khas Sunda). Ada kemungkinan, Kujang sudah dikenal manusia zaman dulu di Bumi Parahyangan.
"Sangat menarik, ada batu dengan ukiran Kujang. Jangan-jangan senjata Kujang sudah dikenal dan digunakan manusia zaman dulu," ujar Madam Lela.
4. Batu Tapak Maung
Selain ada ukiran Kujang, pada batu lain ada cetakan yang mirip dengan telapak kaki harimau. Batu tersebut selama ini dikenal sebagai Batu Tapak Maung (telapak harimau).
Keberadaan batu tersebut makin menguatkan mitos bahwa situs Gunung Padang merupakan istana yang dibangun Prabu Siliwangi. Sebab, Prabu Siliwangi selalu dikaitkan dengan maung (harimau).
"Ih persis banget dengan telapak kaki harimau. Apa dulu sebelum terbentuk jadi batu benda ini terinjak harimau. Kan, mungkin saja hutan ini dulu dihuni harimau juga," ucap Bu Reina.
5. Batu Kanuragan
Batu Kanuragan tidak kalah menariknya bagi turis yang berkunjung ke situs Gunung Padang. Wujud fisiknya agak lonjong, tidak terlalu besar dan menyembul dari tanah. Batu tersebut dikelilingi (hingga melingkar) oleh batuan lainnya.
Biasanya, pemandu wisata di sana mengajak turis untuk memegang Batu Kanuragan dengan kedua telapak tangan. Konon kalau turis tersebut fokus (khusyu) akan merasakan getaran dari batu tersebut.
"Saya sempat foto di Batu Kanuragan. Ya, cuma buat kenang-kenangan saja. Dibanding batu unik lainnya, Batu Kanuragan memang terlihat lebih mencolok, karena lokasinya di tengah dan dikelilingi batuan yang melingkar," tutur Bu Linda.
6. Batu Ibu dan Ayah
Mendekati puncak, sekitar teras keempat situs Gunung Padang ada yang disebut Batu Ibu dan Ayah. Filosofi dari keberadaan batu tersebut, mengingatkan agar jangan lupa berbakti kepada orangtua.
Aktivitas yang bisa dilakukan di sana, antara lain mencium Batu Ibu dan bersandar pada Batu Ayah. Saat bersandar pada Batu Ayah dengan posisi telentang, akan melihat bentangan langit. Jadi kalau dilakukan malam hari akan menikmati indahnya kelap kelip bintang.
Anggota Komunitas HVS lainnya, Bu Ai Dodah menceritakan pengalaman saat berada di Batu Ibu dan Ayah. "Iya enak bisa tidur telentang dan bersandar di Batu Ayah. Ini pengalaman yang menarik," kata Bu Ai Dodah.
7. Pohon Tepung Kanjut
Keberadaan pohon dengan nama unik ini selalu mengundang penasaran para turis yang berkunjung ke situs Gunung Padang. Pohon Tepung Kanjut bisa ditemukan di puncak (teras kelima) situs Gunung Padang.
Pohon Tepung Kanjut tumbuh di sejumlah hutan dan punya ciri pada batangnya tumbuh duri-duri kecil. Nama latin pohon ini disebut Canthium horridum. Jadi jangan kecele ya, saat tidak menemukan bentuk alat kelamin pria di pohon tersebut.
"Saya sudah tidak penasaran lagi dengan pohon Tepung Kanjut. Sudah melihat langsung pohonnya. Seru juga berburu untuk menemukan jenis pohon ini," ungkap Mom Yoke.***