-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Eceng Gondok Serang Bendungan Leuwikeris Ciamis, Pemandangan Wisata Raden Patih Terganggu

Minggu, 19 Oktober 2025 | Oktober 19, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-27T12:00:38Z
KORAN-PIKIRAN RAKYAT - Lautan eceng gondok mulai merambah Bendungan Leuwikeris di wilayah perbatasan Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, dengan Kabupaten Tasikmalaya. Pertumbuhan tanaman yang sangat cepat menutupi hamparan sampah yang sebelumnya mengambang tidak jauh dari tempat wisata Raden Patih.

Pantauan di lokasi, Minggu 19 Oktober 2025, tanaman eceng gondok yang mengambang terlihat sangat luas. Lokasi tidak begitu jauh dari badan bendungan yang diresmikan pada 29 Agustus 2024 oleh Presiden Joko Widodo.

Tanaman tersebut tidak sampai ke badan bendungan karena tertahan pelampung yang dipasang memanjang. Lokasi tanaman tersebut kadang sedikit bergeser sesuai dengan tiupan angin.

Luasnya eceng gondok mengakibatkan pemandangan sekitar bendungan tidak lagi indah.  Terlebih jika dilihat dari tempat wisata Raden Patih, Dusun Guha, Desa Handapehrang.

Di beberapa titik lokasi memancing, bersih dari eceng gondok. Mereka memanfaatkan bambu atau batang kayu, hingga tanaman tidak mencapai tempat memancing ikan. Sementara itu, di sekelilingnya eceng gondok tumbuh subur.

Informasi yang dihimpun dari beberapa warga, sebelumnya tanaman eceng gondok berikut  sampah yang sebagian besar berupa styrofoam disingkirkan. Namun, aktivitas pembersihan tidak lagi terlihat.

”Awalnya sampah mengambang, sekarang ganti eceng gondok. Lihat saja sebarannya sangat luas. Dulu BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) pernah rutin menyinggirkan eceng gondok, tetapi sekarang berhenti cukup lama,” kata Ujang, warga yang tinggal tidak jauh dari Bendungan Leuwikeris.

Dia menyebutkan, pertumbuhan eceng gondok sangat cepat. Dalam waktu sekira satu bulan, tanaman yang sebelumnya kecil, tumbuh menjadi besar. Sejak banyak sampah disusul munculnya eceng gondok, hal itu mengakibatkan pemandangan di sekitar tempat itu tidak lagi indah. Hal itu menyebabkan pengunjung Raden Patih semakin sepi, bahkan banyak warung tutup.

”Pengunjung kan ingin melihat pemandangan indah, hamparan air bendungan. Sekarang pemandangan diganti eceng gondok. Pengunjung sepi,” tuturnya.

Terkait dengan sebaran eceng gondok, sebelumnya Kepala BBWS Citanduy Roy Panagom mengatakan bahwa munculnya aktivitas warga di perairan, memberi andil eceng gondok berkembang pesat.

Padahal, katanya, keberadaan Bendungan Leuwikeris sangat vital. Selain dapat mengairi persawahan seluas 11.216 hektare, juga sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro, pengendali banjir, sumber air baku, kon­servasi tanah, hingga tujuan pariwisata.***

×
Berita Terbaru Update