-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cuaca Panas Ekstrem BMKG: Landa Tanah Air hingga November 2025! Bukan Gelombang Panas, Tapi Sinar UV Tinggi

Minggu, 19 Oktober 2025 | Oktober 19, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-27T11:45:38Z

PR KUNINGAN — Tentang cuaca panas ekstrem BMKG menyatakan masih akan terus melanda sejumlah wilayah di Tanah Air Indonesia hingga awal November 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa fenomena cuaca panas ekstrem ini bukan gelombang panas, melainkan dampak dari posisi semu Matahari yang berada dekat dengan ekuator, langit cerah tanpa tutupan awan, serta hembusan angin kering dari Australia.

Menurut BMKG, indeks sinar ultraviolet (UV) di siang hari tercatat sangat tinggi—bahkan memasuki level merah hingga ungu yang berisiko menyebabkan iritasi kulit, mata, dan gangguan kesehatan serius lainnya.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak beraktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, terutama anak-anak dan lansia.

“Paparan langsung sinar matahari pada indeks UV tinggi dapat menimbulkan dampak dalam hitungan menit, apalagi di bawah langit cerah tanpa awan (clear sky),” ujar Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, Sabtu 18 Oktober 2025.

Suhu Capai 38°C, Ini Wilayah Terdampak Panas Ekstrem

Berdasarkan pengamatan BMKG dalam beberapa hari terakhir, suhu udara di siang hari tercatat menembus angka 38°C di beberapa wilayah. Berikut daerah-daerah dengan suhu tertinggi:

- Karanganyar, Jawa Tengah: 38,2°C

- Majalengka, Jawa Barat: 37,6°C

- Boven Digoel, Papua: 37,3°C

- Surabaya, Jawa Timur: 37,0°C

- Banten: 35,2°C

- Kemayoran: 34,2–35,2°C

- Halim: 34,0–34,9°C

- Curug: 33,5–34,6°C

- Tanjung Priok: 32,8–34,4°C

- Jawa Barat dan Jabodetabek: 33,6–34,0°C

Ihwal cuaca panas ekstrem BMKG menyatakan, bertepatan dengan masa pancaroba, yakni transisi dari musim kemarau menuju musim hujan.

Kondisi cuaca panas ekstrem ini ditandai dengan siang yang sangat terik, dan potensi hujan disertai petir serta angin kencang pada sore hingga malam hari.

Mengapa Indonesia Panas Sekali Hari Ini?

BMKG menyebutkan ada tiga faktor utama penyebab cuaca panas saat ini:

  1. Gerak Semu Matahari:

Di bulan Oktober, posisi semu Matahari berada di selatan ekuator, sehingga wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menerima penyinaran paling intens sepanjang tahun.

  1. Minim Tutupan Awan:

Langit cerah tanpa awan menyebabkan sinar matahari menyentuh langsung permukaan bumi tanpa terhambat.

  1. Angin Kering dari Australia:

Monsoon Australia membawa massa udara panas dan kering ke wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan.

“Meski fenomena ini bersifat sementara, masyarakat tetap harus waspada. Hindari paparan sinar langsung dan jaga kesehatan tubuh,” tegas Andri Ramdhani.

Tips Hadapi Cuaca Panas Ekstrem dari BMKG

BMKG memberikan sejumlah imbauan agar masyarakat tidak terdampak buruk akibat panas ekstrem:

- Hindari aktivitas di luar ruangan pukul 10.00–16.00 WIB

- Gunakan pelindung diri: topi, jaket, kacamata hitam, payung, dan tabir surya

- Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi

- Kurangi aktivitas fisik berat, terutama bagi anak-anak dan lansia

Adapun cuaca panas ekstrem ini diprediksi akan berangsur mereda setelah awal November 2025, seiring dengan pergeseran posisi Matahari dan meningkatnya pembentukan awan.

Namun, kewaspadaan tetap dibutuhkan, mengingat cuaca ekstrem kini semakin tak menentu akibat perubahan iklim global.

Pantau terus peringatan cuaca BMKG di laman Pikiran Rakyat Kuningan, dan atur ulang aktivitas harian Anda agar tetap aman dan sehat di tengah cuaca panas ekstrem.***

×
Berita Terbaru Update