-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

China Pakai Kekuatan Negara untuk 'Tendang' Format Microsoft Word, Area Perang Dagang Lawan AS Diperluas

Selasa, 14 Oktober 2025 | Oktober 14, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-17T01:00:56Z

JAKARTA KOTA - Dalam langkah menuju kemandirian teknologi, China secara resmi mulai mengganti format dokumen Microsoft Word yang dominan dari Amerika Serikat.

Untuk dokumen pemerintah resmi ke depannya, Tiongkok akan beralih menggunakan format file dari perangkat lunak lokal, seperti WPS Office.

Keputusan ini merupakan upaya strategis Beijing untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan memperkuat kedaulatan digital dalam komunikasi kenegaraan.

Pergeseran ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan perdagangan dan rivalitas teknologi antara Beijing dan Washington.

Pekan lalu Kementerian Perdagangan China mengumumkan kebijakan pengendalian ekspor mineral tanah jarang ( rare mineral earth ) yang dirilis dalam format WPS lokal.

WPS Lokal yang dikembangkan Tiongkok setara dengan Microsoft Office milik AS dan akan digunakan di negara dengan penduduk 1,4 miliar tersebut.

Hal ini sekaligus menandai pertama kalinya dokumen resmi yang dikeluarkan Kementerian di Tiongkok tidak dapat dibuka secara langsung menggunakan Microsoft Word atau aplikasi pengolah kata buatan AS lainnya.

Kondisi ini secara efektif memaksa pengguna untuk beralih ke perangkat lunak domestik Tiongkok agar dapat mengakses konten dokumen tersebut.

Saat mengumumkan pengendalian ekspor mineral tanah jarang pekan lalu, China menegaskan keputusan itu diambil untuk keperluan sipil dan militer serta alasan keamanan nasional.

China langsung mempersulit perizinan dengan cara memperluas persyaratan, mengikuti langkah serupa yang diambil awal 2025 untuk memperketat kontrol atas material untuk teknologi tinggi.

Presiden AS Donald Trump menanggapi dengan ancaman. AS akan mengenakan tarif tambahan 100% pada impor Tiongkok dan membatasi ekspor "semua perangkat lunak penting".

Saat ini perusahaan perangkat lunak asing seperti Adobe dan Citrix (kini Cloud Software) perlahan-lahan mulai mundur dari Tiongkok.

Microsoft juga telah menutup laboratorium riset AI-nya di Shanghai dan semua toko fisiknya di wilayah daratan China.

Bulan lalu otoritas di China juga telah memerintahkan perusahaan besar untuk membatalkan pengujian dan pembelian chip AI Nvidia.

Saat ini, produsen chip lokal di Tiongkok bersiap untuk menggandakan total produksi, terutama untuk pengembangan prosesor AI di negara tersebut. (*)

×
Berita Terbaru Update