, JAKARTA - Gerak tangan mencurigakan seorang wanita berjilbab pink, diduga Anti Puspita Sari (22), terekam CCTV hotel di Palembang sebelum ia ditemukan tewas di kamar pada Sabtu (11/10/2025) sore.
Dalam rekaman berdurasi beberapa detik itu, wanita berjilbab pink terlihat melakukan dua gerakan tangan cepat di bagian bawah tubuhnya, seolah berusaha menyembunyikannya dari pria di sampingnya.
Posisi tubuhnya tampak sedikit membungkuk dan membelakangi kamera, seakan mencoba menutupi gerakan tersebut dari pandangan pria yang kini tengah diburu polisi.
Polisi menduga kuat pria itu adalah orang yang sempat check-in bersama Anti di hotel tempat jasad korban ditemukan.
Berdasarkan pengamatan Sripoku.com dari unggahan akun Instagram @palembang_kucarkacir, video tersebut memperlihatkan Anti dan seorang pria berdiri di lobi hotel.
Anti sempat menoleh ke arah kamera, seolah menyadari keberadaan CCTV di sekitar lokasi.
Tak lama kemudian, wajah pria di sampingnya terekam jelas saat ia sedikit menunduk ke arah tubuh Anti, sebelum akhirnya berdiri tegak kembali.
Setelah itu, Anti tampak mengubah posisi tubuh dengan sedikit memalingkan punggung ke arah kamera, dan mulai menurunkan tangan kanannya ke bagian bawah tubuh hingga memperlihatkan gerakan mencurigakan tersebut.
Di awal video ini, tubuh Anti terlihat dalam posisi di samping sang pria.
Posisi tubuh tersebut tetap ia pertahankan hingga memegang smartphone di tangan kanannya.
Selanjutnya, tangan kanan Anti mulai turun hingga telapak tangan berada di bagian bawah tubuhnya.
Di sinilah Anti mulai memperlihatkan gerak telapak tangan mencurigakan.
Awalnya, ia membuka lebar telapak tangannya.
Tak sampai satu detik, telapak tangan itu seakan-akan terlihat seperti menggempal.
Tak sampai satu detik selanjutnya, tangan ia pindahkan ke bagian pinggang.
Gerakan tangan kanan Anti ini dilakukan dalam waktu yang begitu singkat dan ia juga memperlihatkan gestur seakan-akan jangan sampai gerak tangan tersebut terlihat pria di sampingnya.
Kata Suami
Menanggapi rekaman CCTV istrinya check in bareng pria yang viral di media sosial, Adi Rosadi akhirnya bereaksi.
"Saya tidak kenal pak dengan pria yang ada dalam video tersebut," kata Adi.
Namun, diungkapkan Adi, ia pernah memergoki istrinya sedang chat di WhatsApp dengan pria lain.
"Ada chat wa dengan seorang laki laki. Saat itu saya marahi," ungkapnya sambil mengatakan hanya sampai disitu.
Terkait kehamilan korban yang tengah mengandung, ditambahkan Adi, benar itu merupakan anaknya.
"Anak pertama kami berumur 1 tahun 8 bulan. Dan yang tengah dikandung istri saya itu anak kedua kami," tutupnya.
Orang Dekat
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, mengatakan petugas telah melakukan olah TKP dan mengambil keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan beberapa kejanggalan yang memperkuat dugaan bahwa korban dibunuh dengan cara yang sangat keji.
"Kami juga mendapati bahwa sepeda motor milik korban hilang, yang mengindikasikan adanya tindak pencurian," tambahnya.
Polisi menduga pelaku adalah orang yang memiliki kedekatan dengan korban.
"Keterangan yang kami dapatkan mengarah pada dugaan bahwa pelaku adalah orang yang dekat dengan korban.
Mereka bertemu di luar pengetahuan suami korban. Sebelum kejadian, korban sempat mengantar suaminya bekerja," jelas Harryo.
Pembongkaran makam untuk autopsi
Tim gabungan Polrestabes Palembang, Polda Sumsel, dan Inafis melakukan ekshumasi dan otopsi jenazah AP (22), korban pembunuhan yang ditemukan tewas mengenaskan di hotel Palembang, Selasa (14/10/2025).
Proses ekshumasi dilakukan di TPU Talang Petai, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju.
Jenazah korban diangkat dari kuburan dan dibawa ke meja otopsi yang sudah disiapkan tim medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, menjelaskan bahwa tujuan otopsi adalah untuk mengetahui penyebab pasti kematian AP.
"Benar, hari ini tim gabungan melakukan ekshumasi terkait kasus pembunuhan atas korban Anti Puspita Sari," ujarnya seperti dikutip dari Sripo.com.
Hasil pemeriksaan akan diumumkan oleh pihak medis setelah selesai.
Kasus pembunuhan AP mencuat pertama kali pada Minggu (12/10/2025), saat jenazah korban ditemukan di Kamar No 8, Hotel Lendosis, Jalan Printis Kemerdekaan, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT II, Palembang
Keluarga korban dan masyarakat sempat terkejut atas kematian AP yang terjadi dengan cara mengenaskan.
Kejadian ini memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan bahwa sepeda motor dan handphone korban hilang, diduga dicuri pelaku yang terekam di CCTV.
Petugas juga menemukan luka lebam pada tubuh korban dan tanda jeratan di leher, yang mengindikasikan adanya kekerasan fisik sebelum kematian.
Ekshumasi dan otopsi ini diharapkan bisa mengungkap fakta lengkap terkait penyebab kematian AP dan mendukung proses penyidikan kasus pembunuhan yang menewaskan korban di hotel Palembang.
Penemuan jenazah korban mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga yang tidak menyangka bahwa Anti meninggal dengan cara yang sangat mengenaskan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan bahwa sepeda motor dan handphone korban hilang, yang diduga dicuri oleh pelaku yang terekam dalam rekaman CCTV.
Selain itu, ditemukan luka lebam pada tubuh korban dan tanda jeratan di lehernya, yang mengindikasikan adanya kekerasan fisik.
Polisi juga menduga adanya penganiayaan seksual, karena saat ditemukan, korban tidak mengenakan celana dalam.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, bersama Kasat Reskrim AKBP Andrie Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian tersebut.
"Kami sudah memeriksa 5 saksi, termasuk dua saksi dari resepsionis hotel, suami korban, teman korban, dan warga sekitar lokasi kejadian," ungkap Harryo.
Dari keterangan yang diperoleh, suami korban, Adi Rosadi (36), menceritakan bahwa korban terakhir kali berada di rumah pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 14.30, ketika ia pamit untuk mengantar suaminya bekerja.
Setelah itu, korban tidak kembali ke rumah, dan nomor handphone korban pun tidak aktif, yang membuat keluarga merasa khawatir.
"Setelah saya pulang kerja, saya tidak dijemput seperti biasanya. Saya langsung mencari keberadaan istri saya ke rumah keluarga dan teman-temannya, namun mereka juga tidak tahu. Hingga akhirnya, saya mendengar kabar bahwa istri saya ditemukan tewas di sebuah hotel dengan kondisi mengenaskan," ujar Adi.
Polisi saat ini terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku pembunuhan dan pencurian ini. (*)
Artikel ini telah tayang di Sripoku.com
Baca berita lainnya di Google News
Dapatkan informasi lain dari lewat WhatsApp : di sini