, JAKARTA — Badan Pangan Nasional ( Bapanas ) menargetkan Indonesia tidak lagi membuka keran impor gula kristal putih atau GKP ( white sugar ) mulai tahun depan.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan saat ini pemerintah tengah menggalakkan program penanaman tebu untuk kebutuhan gula konsumsi.
Program tersebut, lanjut dia, sudah mulai berjalan di berbagai daerah sentra produksi, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sulawesi, hingga Sumatra Utara.
“Sekarang gula, kita sudah mulai penanaman. Gula ini kita di seluruh Indonesia, Jawa Tengah, Lampung, Jawa Timur khususnya, Sulawesi. Semua yang ada gula, Sumatra Utara,” kata Amran di Kantor Bapanas, Jakarta, Senin (13/10/2025).
Amran yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian (Mentan) itu menyampaikan bahwa pemerintah tengah berupaya melakukan peremajaan tanaman tebu melalui bongkar ratoon selama tiga tahun.
Dengan adanya peremajaan tanaman tebu, Amran menargetkan Indonesia tak akan mengimpor GKP pada 2026 dan gula kristal mentah atau GKM ( raw sugar ) pada 2027 mendatang.
“Dan insya Allah white sugar , doakan paling lambat tahun depan sudah tidak impor. Target berikutnya adalah raw sugar [pada 2027], itu berikutnya. Tapi yang terpenting, tahun depan kita target nggak impor white sugar lagi,” bebernya.
Namun, dia menjelaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pada kebutuhan pokok, seperti gula konsumsi untuk masyarakat. Setelah itu, pemerintah akan memenuhi kebutuhan industri.
Ini artinya, kebutuhan gula nasional, baik untuk konsumsi maupun industri, akan dilakukan secara bertahap.
“Jadi yang pertama kita penuhi adalah kebutuhan pokok. Katakanlah gula, gula konsumsi dulu. White sugar yang sekarang, kemudian gula industri. Jadi ada tahapannya. Sekarang gula, white sugar sudah oke, on track, on the right track . Kemudian kita ke industri,” pungkasnya.