-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

286 Juta Data Penduduk Dijaga Ketat, Dukcapil Terapkan Sistem Berlapis Anti-Bocor

Selasa, 14 Oktober 2025 | Oktober 14, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-18T03:16:05Z

OKE FLORES.COM - Di era digital yang serba cepat, isu keamanan data pribadi menjadi perhatian utama banyak pihak. Dengan 286 juta data kependudukan yang tersimpan di sistem nasional, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa keamanan data masyarakat Indonesia bukan sekadar janji, tetapi prioritas tertinggi.

Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil, Muhammad Nuh Al-Azhar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem keamanan berlapis (multi-layer security) di pusat data untuk melindungi seluruh informasi penduduk dari potensi kebocoran atau serangan siber.

“Ketika kita membuat data center, maka kita saat itu juga harus memikirkan bagaimana merancang security yang baik,” ujar Nuh kepada awak media usai menghadiri Cyber Security and Forensic Summit 2025 di Farincorp Center, Jakarta, Selasa 14 Oktober 2025.

Nuh menjelaskan bahwa sistem keamanan Dukcapil kini dilengkapi dengan beragam teknologi siber terkini seperti end-to-end encryption, secure browser, serta Security Information and Event Management (SIEM) dan Privileged Access Management (PAM).

Kombinasi sistem tersebut memungkinkan tim keamanan melakukan pemantauan real-time terhadap aktivitas mencurigakan dalam jaringan pusat data.

Selain itu, pusat data juga memiliki secure zone, wilayah digital tertutup yang menjadi lapisan tertinggi perlindungan sistem. Dengan lapisan ini, setiap potensi ancaman dapat direspons dengan cepat sebelum menimbulkan dampak lebih luas.

Langkah penguatan keamanan ini merupakan bagian dari arahan langsung Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang menekankan bahwa perlindungan data kependudukan adalah hal yang tidak bisa ditawar.

“Itu didukung penuh oleh Bapak Menteri Dalam Negeri. Beliau menegaskan bahwa keamanan data kependudukan adalah yang paling atas,” tegas Nuh.

Dengan dukungan tersebut, Dukcapil terus memperbarui sistem secara berkala agar tetap tangguh menghadapi perkembangan ancaman digital yang semakin kompleks.

Dukcapil menyadari bahwa data kependudukan bukan hanya soal nama dan alamat, tetapi juga informasi biometrik seperti sidik jari, wajah, dan iris mata. Semua data ini bersifat sangat sensitif dan tidak boleh jatuh ke tangan yang salah.***

×
Berita Terbaru Update