— Di tengah kericuhan penjarahan yang melanda rumah anggota DPR Surya Utama atau Uya Kuya di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, seekor kucing peliharaan justru mencuri perhatian publik. Polisi mengamankan hewan berbulu itu dari tangan salah satu pelaku yang kedapatan membawanya keluar rumah.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan mengatakan, kucing tersebut kini dalam kondisi aman. "Satu kucing di rumah tersebut (Uya Kuya) yang kita amankan," ujarnya, Rabu (3/9). Hewan itu saat ini dititipkan ke Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta.
Menurut keterangan kepolisian, kucing itu ditemukan di rumah salah satu pelaku yang ditangkap tak lama setelah kejadian. "Kita mengamankan kucing itu di rumah salah satu pelaku. Saat ini sudah dipindahkan ke Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan agar lebih aman dan terawat," kata Dicky.
Kabar penyelamatan kucing Uya Kuya dengan cepat menjadi viral di media sosial. Warganet menyoroti betapa ironisnya: di tengah rumah yang dijarah habis, seekor kucing justru menjadi bagian dari barang rampasan. Banyak yang bertanya-tanya, apakah kucing itu sengaja dibawa karena nilainya, atau hanya karena pelaku kalap saat menerobos rumah.
Hewan berbulu oranye-putih itu diketahui bernama Snowy , salah satu dari beberapa kucing kesayangan Uya Kuya yang sering ditampilkan dalam unggahan media sosialnya. Bagi keluarga Uya, Snowy bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan anggota keluarga yang kerap muncul di ruang-ruang pribadi mereka.
Bagi pecinta hewan, kisah Snowy menambah dimensi emosional pada tragedi penjarahan ini. “Mereka sudah menjarah barang-barang, tapi membawa kucing? Itu sudah keterlaluan,” komentar seorang netizen di platform X. “Syukurlah Snowy selamat, kalau tidak, mungkin lebih ramai lagi.”
Kasus penjarahan rumah Uya Kuya memang sudah memicu kemarahan publik sejak Sabtu malam (30/8). Video viral menunjukkan massa merobohkan pagar rumah, menerobos hingga lantai dua, lalu menjarah barang-barang. Di tengah kekacauan itulah Snowy ikut terseret.
Belasan pelaku sudah ditangkap, mayoritas warga sekitar. Namun, polisi masih memburu beberapa orang lain, termasuk provokator utama. Motif para pelaku, menurut Dicky, adalah mencari keuntungan pribadi. “Banyaknya warga sekitar. Cuma untuk provokator utama masih kita cari,” katanya.
Bagi Uya Kuya, cobaan ini datang beruntun. Sebelumnya, ia sudah menjadi sorotan karena aksi jogetnya di gedung DPR bersamaan dengan pengumuman kenaikan tunjangan rumah Rp50 juta. Kini, rumahnya dijarah, dan kucing kesayangannya ikut raib. “Snowy selamat, itu saja sudah membuat kami lega,” kata seorang kerabat Uya yang enggan disebutkan namanya.
Kisah kucing yang diselamatkan dari penjarah ini bukan hanya menambah dramatisme peristiwa, tetapi juga menjadi simbol kecil: bahwa bahkan di tengah kerusuhan politik dan sosial, publik masih peduli pada sesuatu yang sederhana—seekor hewan peliharaan bernama Snowy.***