-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Satya Nadella Mengaku Dihantui Ketakutan AI Bikin Microsoft Tutup, Kalah Saing dari Meta hingga OpenAI?

Senin, 22 September 2025 | September 22, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-23T08:20:41Z
PIKIRAN RAKYAT - CEO Microsoft Satya Nadella menyatakan kekhawatirannya terhadap perusahaannya yang kemungkinan tidak dapat bertahan di era kecerdasan buatan (AI). Satya menyebut merasa "dihantui" oleh kemungkinan AI tersebut.

Nadella bilang kemampuan Microsoft untuk beradaptasi dengan AI termasuk perubahan budaya perusahaan. Ia mengaku khawatir perusahannya tidak relevan lagi di masa depan.

"Beberapa bisnis terbesar yang telah kami bangun mungkin tidak akan relevan lagi di masa mendatang," kata Satya Nadella, dikutip Pikiran-rakyat.com dari The Verge, Senin, 22 September 2025.

Ia mencontohkan Digital Equipment Corporation (DEC) sebagai perusahaan teknologi yang pernah dominan lalu lenyap karena ketidakmampuannya untuk merangkul teknologi baru, seperti arsitektur Reduced Instruction Set Computing (RISC).

"Industri kami penuh dengan studi kasus perusahaan-perusahaan yang dulu hebat, lalu tiba-tiba menghilang. Saya terhantui oleh salah satu perusahaan bernama DEC," ujarnya.

Hal ini disampaikan Nadella setelah mendapat masukan dari karyawannya mengenai persepsi penurunan empati dan budaya yang lebih kaku di Microsoft.

"Sangat berbeda, lebih dingin, lebih kaku, dan kurang memiliki empati yang selama ini kami hargai," kata dia menanggapi pertanyaan dari seorang karyawan.

Nadlella kemudian meminta perusahaannya untuk bekerja lebih baik dalam memulihkan kepercayaan kepada para pekerja.

Perubahan di Microsoft

Sebagai raksasa teknologi, Microsoft memperbarui kebijakan perusahaan untuk mengurangi persaingan perusahaan teknologi lain seperti OpenAI, Alphabet dan Meta.

Perusahaan mengimbau karyawannya untuk kembali ke kantor setidaknya tiga hari seminggu. Sebelumnya, Microsoft telah menindak karyawan berkinerja buruk dengan memberhentikan ratusan karyawan.***

×
Berita Terbaru Update