-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Minat Baca Siswa SDN Patrol Menurun Akibat Perpustakaan Rusak Bertahun-tahun

Jumat, 12 September 2025 | September 12, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-12T18:45:43Z
KORAN-PIKIRAN RAKYAT - Bertahun-tahun rusak dan tak beratap, bangunan perpustakaan SDN Patrol, Kampung Patrol, RT 5 RW 6, Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat tak kunjung ter­sentuh perbaikan. Kondisi itu berdampak buruk terha­dap minat baca siswa.

Pantauan "PR" pada Kamis 21 Agustus 2025 mendapati kondisi memilukan ba­ngu­n­an perpustakaan itu. Bangunan tersebut tak me­miliki ­atap serta kaca jende­la. Ba­gian dalam ruangan tampak kotor dan ditumbuhi sejumlah tanaman.

Kepala SDN Patrol Ha­sa­nudin Dermawan meng­ung­kapkan, kondisi bangunan telah rusak saat ia pertama kali menjabat sebagai pimpinan di sekolah itu pada 2023 lalu.

"Kondisina tos repot, tos ancur (Kondisi bangunan sudah sangat rusak dan hancur)," kata Hasanudin kepada "PR" yang menyambangi sekolah tersebut pada Kamis pagi.

Dari informasi yang diperolehnya, bangunan perpustakaan sudah tak bisa dipa­kai sejak 2020. Imbas ke­a­daan itu, membuat buku-bu­ku perpustakaan disimpan di ruangan/kantor guru. Untuk me­ngatasi persoalan tak ada­nya perpustakaan, sekolah pun menggelar kegiatan pojok baca di kelas-kelas.

Kegiatan itu dilaksanakan dengan membawa buku-bu­ku perpustakaan ke kelas-kelas agar para murid bisa mem­baca. "Janten murang­kalih nyandak buku, diuihkeun deui ka kantor (Jadi para siswa membawa buku untuk dibaca di kelas, lalu mengembalikan lagi ke kantor guru)," tuturnya.

Meski begitu, kegiatan itu berlangsung tak maksimal. Soalnya, murid yang membaca di kelas masih terganggu oleh aktivitas siswa lainnya. Menurut Hasanudin, ke­beradaan ruangan khusus untuk perpustakaan tetap pen­ting agar siswa dan guru nya­man saat membaca buku.

Dampak tak adanya per­pus­takaan pun membuat minat baca siswa berkurang. Pasalnya, siswa juga tak me­mi­liki motivasi untuk membaca buku kala sekolah tak memiliki perpustakaan. "Teu aya fasilitas mah kumaha (Kalau tak ada fasilitasnya, mau bagaimana lagi)," tuturnya.

Hasanudin mengaku sudah dua kali mengajukan per­mohonan bantuan perbaikan perpustakaan kepada Dinas Pendidikan KBB secara verbal. Namun, dari ke­terangan yang diperolehnya, alokasi anggaran untuk bangunan perpustakaan belum tersedia.

Ia berharap, pemerintah bis­a segera memperbaiki ke­rusakan tersebut. "Kaho­yong mah tiasa direhab we (Saya berharap bangunan per­pus­takaan yang rusak bisa direhabilitasi)," ucapnya.

Dari prasasati atau kete­rangan yang menempel di dinding bangunan, "PR" mem­peroleh informasi pe­laksana pembangunan perpustakaan adalah CV Gumas Jaya dengan sumber dana dari APBD KBB Tahun Anggaran 2012.***

×
Berita Terbaru Update