-Wisata kera Plangon merupakan salah satu destinasi religi dan alam yang unik di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tempat ini berada di kawasan hutan jati seluas kurang lebih 48 hektar, tak hanya menawarkan ketenangan spiritual, tetapi juga pengalaman wisata alam yang menantang. Lokasinya berada di Babakan, Kecamatan Sumber, sekitar 16 km dari pusat kota Cirebon.
Makam Dua Tokoh Penyebar Islam
Daya tarik utama Wisata Kera Plangon adalah keberadaan makam dua tokoh penyebar agama Islam di wilayah Cirebon, yakni Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan.
Kedua makam ini berada di atas puncak bukit yang dikelilingi oleh rimbunnya pohon jati, menciptakan suasana sakral dan damai yang cocok untuk berziarah dan bermunajat.
Untuk mencapai makam, para peziarah harus melakukan trekking ringan melalui jalan menanjak berupa tangga semen dan batu yang cukup panjang.
Perjalanan menuju puncak akan terasa menantang, hanya ditemani oleh kawanan kera liar yang jinak yang terus mengikuti dari arah depan dan belakang yang tidak akan pergi sebelum para peziarah menyawerkan segenggam kacang tanah yang banyak dijual sebelum memasuki kawasan ini.
Kerajaan Kera yang Bebas Berkeliaran
Sesuai dengan namanya " Kera Plangon", kawasan ini juga dikenal karena populasi kera liarnya yang sangat banyak dan bebas berkeliaran, bahkan hingga ke tepi jalan utama dan area parkir.
Kera-kera ini sudah terbiasa dengan kehadiran manusia dan sering turun bergerombol mendekati pengunjung, terutama jika ada yang membawa makanan terutama kacang kegemaranya.
Didekat area masuk, terdapat pedagang lokal menjual kacang untuk memberi makan kera.
Dua bungkus kacang bisa dibeli dengan harga Rp 10.000, menjadikan aktivitas memberi makan kera sebagai hiburan tersendiri, khususnya bagi anak-anak. Namun, pengunjung harus tetap waspada, karena ada beberapa kera besar yang bersifat lebih agresif dan sebaiknya tidak didekati terlalu dekat.
Fasilitas dan Suasana
Meski memiliki potensi besar sebagai tempat wisata religi dan alam, kondisi fasilitas di Wisata Kera Plangon masih tergolong kurang terawat. Di Dekat gardu masuk, terdapat sebuah mushola kecil, namun kondisinya memerlukan perbaikan. Area warung minuman sederhana yang dijaga oleh warga lokal, seperti seorang ibu tua yang ramah, menjadi tempat beristirahat sejenak bagi pengunjung yang lelah setelah menanjak.
Tempat ini tidak memungut tiket masuk alias gratis, dan biaya parkir pun bersifat seikhlasnya.
Namun demikian, kondisi ini justru menjadi dorongan bagi banyak pengunjung agar pihak berwenang lebih memperhatikan dan memperbaiki fasilitas serta kebersihan di area ini agar bisa menjadi destinasi wisata yang lebih nyaman dan menarik.
Waktu Kunjungan
Meskipun buka 24 jam, sangat disarankan bagi pengunjung untuk datang di pagi atau sore hari untuk menghindari panas terik serta meminimalkan gangguan dari nyamuk hutan. Jika Anda datang sendirian, sebaiknya pertimbangkan untuk membawa teman agar perjalanan terasa lebih aman dan menyenangkan.
Kesimpulan
Wisata Kera Plangon adalah perpaduan unik antara wisata religi, petualangan alam, dan interaksi dengan satwa liar. Dengan peningkatan fasilitas dan perhatian dari pihak terkait, tempat ini berpotensi menjadi destinasi andalan Cirebon yang tidak hanya memperkaya sisi spiritual, tetapi juga menawarkan pengalaman yang menghibur dan mendidik, terutama untuk keluarga dan anak-anak.***