-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sungai Cimeta di Bandung Barat Dipenuhi Busa Putih Tebal, Warga Duga Akibat Limbah Industri

Senin, 11 Agustus 2025 | Agustus 11, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-14T04:50:28Z
KORAN-PIKIRAN RAKYAT - Warga Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikejutkan oleh pemandangan tak biasa di Sungai Cimeta. Pada Jumat 8 Agustus 2025, aliran sungai yang biasanya jernih tiba-tiba dipenuhi busa putih tebal, menyerupai hamparan salju.

Fenomena ini terekam kamera warga, menyebar di media sosial, dan memicu dugaan pencemaran limbah. Dalam rekaman berdurasi 53 detik yang viral itu, gumpalan busa menutupi permukaan air hingga ke batu-batu sungai. Arus tetap mengalir normal, namun busa terlihat pekat dan meluas mengikuti aliran. Banyak warga mengaku baru pertama kali melihat kondisi seperti ini.

Tini (60), warga Kampung Cikamuning RT 01/01 Desa Tagogapu, menyaksikan langsung perubahan tersebut. Ia menuturkan, pada pagi hari kondisi sungai masih normal, namun menjelang siang busa mulai muncul dan cepat menebal.“Siangnya tebal sekali, nutup semua badan sungai. Putih kayak salju,” kata Tini.

Menurutnya, busa bertahan hingga sore hari sebelum akhirnya menghilang terbawa arus ke hilir. Ia menduga sumber busa berasal dari limbah industri di wilayah hulu, karena jumlahnya terlalu banyak jika berasal dari aktivitas rumah tangga. “Selama tinggal di sini belum pernah ada busa sebanyak ini. Kalau dari rumah warga, enggak mungkin segini tebalnya,” ujarnya.

Warga menyebutkan pada Sabtu pagi menunjukkan busa tebal sudah menghilang, menyisakan buih-buih kecil di permukaan air. Meski demikian, warga masih khawatir jika cemaran busa terjadi kembali.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat memastikan akan mengusut sumber busa tersebut. Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil Lingkungan Hidup dijadwalkan turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi di lapangan dan mengambil sampel air.

“Informasi sudah kami terima sejak kemarin. Tim akan cek lokasi dan bawa sampel ke laboratorium,” kata Kepala DLH Bandung Barat, Ibrahim Adjie.***

×
Berita Terbaru Update