,- Lassana Diarra, eks pemain Timnas Prancis memenangkan gugatan terhadap FIFA.
Tidak main-main, nilai gugatan yang harus dibayar FIFA kepada Lassana Diarra mencapau €65 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun.
Tentu, kemenangan Lassana Diarra ini menimbulkan kehebohan di dunia sepak bola.
Ini menjadi tonggak sejarah bagi para pesepak bola, yang mungkin pernah bernasib sama seperti Lassana Diarra.
Banyak pemain yang turut menyambut baik kemenangan gugatan Lassana Diarra ini.
Sebab, kedepan putusan ini bisa saja menjadi dasar hukum antara pemain yang terlibat masalah dengan manajemen klub seperti kasus Diarra.
"Saya terpaksa menghadapi pertempuran hukum ini sejak Agustus 2014. Itu sudah lebih dari 11 tahun!” kata Diarra, lewat pengacaranya, dikutip dari The Guardian, yang dilansir dari Kompas.com .
Meski menghadapi masa-masa sulit, kini Lassana Diarra bernapas lega.
Ia akhirnya bakal mendapatkan hak-haknya setelah kariernya mandek karena aturan yang dibuat FIFA.
Profil Lassana Diarra
Lassana Diarra adalah mantan pemain sepak bola profesional asal Prancis yang berposisi utama sebagai gelandang bertahan.
Ia lahir di Paris, Prancis, 10 Maret 1985.
Lassana Diara memulai kariernya di Le Havre (Prancis) pada musim 2004-2005.
Ia kemudian merapat ke Chelsea (Inggris) pada 2005 hingga 2007.
Di sana, ia turut meraih trofi Piala FA 2006-07 dan Piala EFL 2006-07.
Kemudian, setelah dari Chelsea, Lassana Diarra pindah ke Arsenal (Inggris) 2007-2008.
Lalu, ia bermain untuk Portsmouth (Inggris) 2007-2009, dan turut mengantarkan juara Piala FA 2007-08.
Dari catatan yang ada, Lassana Diarra juga sempat bermain di Real Madrid (Spanyol) 2008-2013, dan mengantarkan juara La Liga 2011-12, dan Piala Raja Spanyol.
Setelah dari Real Madrid, Lassana Diarra kemudian main di Anzhi Makhachkala (Rusia) 2012-2014.
Ia kemudian pindah ke Lokomotiv Moscow (Rusia) 2013-2014.
Saat bermain di Lokomotiv Moscow, Diarra sempat terlibat konflik dengan Leonid Kuchuk, pelatihnya di klub.
Ia kemudian ingin pindah ke klub Belgia, Charleroi, tapi gagal karena diminta lebih dulu melunasi denda yang dijatuhkan Lokomotiv serta membayar kompensasi sesuai putusan hukum terpisah.
Karena kasus ini pula, Lassana Diarra kemudian mengajukan gugatan terhadap FIFA.
Pada 2024, Pengadilan Uni Eropa (CJEU) memutuskan aturan FIFA terkait pemutusan kontrak pemain tidak sejalan dengan hukum Uni Eropa.
Pengadilan menyebut regulasi itu menciptakan risiko hukum, keuangan, dan olahraga yang bisa menghambat perpindahan pemain antarnegara.
Meski aturan tersebut akhirnya diubah pada Desember 2024, Diarra merasa langkah FIFA tidak cukup untuk memperbaiki kerugian yang ia alami.
Oleh karena itu, Lassana Diarra melanjutkan gugatan langsung terhadap FIFA dan federasi Belgia.
Setelah dari Lokomotiv Moscow, Lassana Diarra sempat bermain untuk Marseille (Prancis) 2015-2017.
Ia juga sempat merumput bersama klub Al Jazira (UAE) 2017-2018, dan Paris Saint-Germain (Prancis) 2017-2019.
Saat bersama Paris Saint-Germaint, ia turut mengantarkan klub meraih Ligue 1 dan Piala Liga Prancis.
Setelah bermain bersama PSG, ia pun kemudian pensiun di tahun 2019. (ray/ )
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook , Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan