-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Macan Tutul Teror Warga Perbatasan Kuningan,Alih Fungsi Hutan Diduga Jadi Penyebab

Kamis, 07 Agustus 2025 | Agustus 07, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-08T03:30:08Z

, KUNINGAN – Warga di perbatasan Kecamatan Hantara dan Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, resah setelah kemunculan seekor macan tutul terekam kamera warga.

Satwa liar tersebut diduga keluar dari habitatnya akibat kerusakan hutan yang kian parah.

Kepala Desa Cikondang, Lia Nuryanah, menyatakan bahwa peristiwa ini kemungkinan besar dipicu oleh alih fungsi lahan hutan lindung menjadi perkebunan kopi.

Perubahan bentang alam ini, menurutnya, telah menghilangkan vegetasi endemik yang menjadi tempat berlindung dan sumber makanan satwa liar, termasuk macan tutul.

"Kami menduga ini akibat penanaman pohon kopi oleh pihak dari luar daerah. Lahan menjadi bersih tanpa pohon endemik, sehingga habitat satwa terganggu dan mereka terpaksa turun ke permukiman," ujar Lia, Kamis (7/8/2025).

Dampak Ganda: Krisis Air dan Ancaman Satwa

Kerusakan hutan di wilayah selatan Kuningan, khususnya di kawasan Subang, tidak hanya memicu konflik antara manusia dan satwa.

Hilangnya vegetasi asli juga menyebabkan krisis air yang mulai dirasakan masyarakat. Sumur-sumur warga mulai mengering, dan pasokan air bersih berkurang drastis.

Situasi ini mendapat perhatian langsung dari Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, yang memimpin rapat dengar pendapat bersama warga dan tokoh masyarakat.

Dalam rapat tersebut, ia berjanji membentuk tim kajian lingkungan untuk mencari solusi cepat.

"Ancaman ini nyata. Warga menghadapi kekurangan air dan serangan satwa.

Tim kajian akan segera kami bentuk, dan kami minta Staf Ahli Bupati menjadi koordinator penanganan sosial dan lingkungan," kata Bupati.

Instruksi Pencegahan dan Peringatan Bencana

Bupati Dian juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam beraktivitas, terutama di malam hari atau saat berada di kebun.

Selain macan tutul, satwa liar lain juga dilaporkan muncul dan menyerang ternak warga.

"Kami minta kewaspadaan penuh. Hewan buas seperti macan pernah menyerang ternak. Perhutani dan lembaga terkait harus ikut mencari solusi untuk memulihkan hutan lindung," tegasnya.

Di luar ancaman satwa, Bupati juga mengingatkan risiko bencana longsor di Kuningan selatan.

Struktur tanah berbatu di wilayah ini membuatnya kurang mampu menyerap air hujan, sehingga potensi longsor meningkat saat musim hujan.

Fenomena alih fungsi hutan menjadi perkebunan kopi dinilai sebagai masalah serius yang harus segera ditangani.

Lahan hutan lindung yang seharusnya menjadi penyangga ekosistem kini digantikan oleh tanaman komersial.

Meski kopi memiliki nilai ekonomi tinggi, pengelolaan yang mengabaikan konservasi dinilai akan memperburuk kerusakan lingkungan.

Para pemerhati lingkungan mendorong adanya audit tata guna lahan di Kuningan selatan, serta penegakan hukum terhadap pihak yang melakukan pembukaan hutan secara ilegal. (Tribun Jabar/Ahmad Ripai)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Macan Tutul Teror Warga Perbatasan Kuningan, Bu Kades Duga Gara-gara Hutan Berubah jadi Kebun Kopi

×
Berita Terbaru Update