JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini diproyeksikan akan menguat terbatas, Kamis (14/8/2025).
Pada penutupan bursa kemarin, IHSG ditutup di level 7.892 atau menguat 101,21 poin setara 1,30 persen.
Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan pasar saham Amerika Serikat (AS) naik signifikan pada perdagangan yang berakhir Rabu sore waktu setempat.
Menteri Keuangan Amerika, Scott Bessent, mengatakan bahwa The Fed seharusnya memangkas tingkat suku bunga setidaknya 150 basis poin (bps) atau 1,5 persen lebih rendah dari levelnya yang sekarang.
Rangkaian penurunan tingkat suku bunga dapat dilakukan dengan pemangkasan 50 bps terlebih dahulu pada bulan September mendatang.
Menariknya, Bessent mengatakan bahwa menggunakan model keuangan seperti apa pun, hasilnya menunjukkan bahwa The Fed berpeluang untuk menurunkan tingkat suku bunga sebanyak 150–175 bps.
Bessent juga menyatakan, "Apabila para pejabat mengetahui adanya revisi data yang sedemikian besar, mungkin The Fed sudah memangkas tingkat suku bunga pada pertemuan bulan Juli kemarin." Apabila melihat estimasi yang diberikan, berarti Fed Rate akan turun dari sebelumnya 4,25-4,5 persen menjadi 2,75-3 persen.
Artinya, tingkat suku bunga mencapai level terendah dalam Fed Plot yang disampaikan oleh The Fed beberapa waktu yang lalu.
"Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.800–7.910," kata dia dalam analisisnya, Kamis (14/8/2025).
Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, mengatakan IHSG mendekati resisten fraktal 7.910 pada hari Rabu, dengan potensi terjadinya koreksi minor atau konsolidasi sebelum melanjutkan upaya untuk menembus di atas resisten tersebut.
Proyeksi ini masih memungkinkan selama tidak ada koreksi di bawah 7.659.
"Level support IHSG berada di 7.739, 7.660, 7.559, dan 7.432, sementara level resistennya di 7.910, 8.025, dan 8.102. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish," terang dia.
Berikut ini adalah rekomendasi teknikal dari beberapa perusahaan sekuritas.
1. Pilarmas Investindo
- ASRI last price 173, support 165, resistance 179, target 178
- CTRA last price 1.070, support 1.010, resistance 1.135, target 1.125
- MDKA last price 2.280, support 2.250, resistance 2.440, target 2.420
2. Binaartha Sekuritas
- ANTM accumulative buy, support 2.530, resistance 3.080-3.590, target 3.080
- BBCA hold, support 8.575, resistance 9.125-9.800, target 9.125
- BBNI take profit, support 4.210, resistance 4.450-4.880, target 4.450
- BBRI take profit, support 3.830, resistance 4.100-4.530, target 4.100
3. MNC Sekuritas
- BRIS buy on weakness 2.730-2.770, stoploss below 2.690, target 2.900-3.020
- CPIN buy on wekaness 4.460-4.480, stoploss below 4.450, target 4.590-4.670
- DEWA speculative buy 218-222, stoploss below 216, target 236-248
- MDKA buy on weakness 2.100-2.210, stoploss below 2.050, target 2.450-2.560
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.