PR JABAR - Kota yang terletak di tenggara Jawa Barat, bukan sekadar destinasi wisata alam dengan lanskap pegunungan yang memukau. Di balik udara sejuk khas Priangan Timur, kota ini menyimpan kekayaan kuliner otentik Sunda yang telah melewati lintasan sejarah dan generasi.
Bagi para pencinta wisata kuliner, Tasikmalaya menawarkan pengalaman rasa yang lebih dari sekadar mengenyangkan ini tentang cerita, budaya, dan kehangatan tradisi yang melekat kuat.
Tak seperti kota besar yang didominasi sajian instan dan tren kuliner viral, kuliner Tasikmalaya tumbuh bersama denyut kehidupan masyarakatnya. Resep-resep warisan dari zaman kolonial hingga era pascakemerdekaan, masih bisa ditemukan dengan rasa yang tak banyak berubah.
Di tengah tren wisata slow travel dan eksplorasi rasa otentik, makanan jadul Tasikmalaya justru kian diminati, terutama oleh generasi muda urban dan keluarga muda yang mencari pengalaman autentik nan berkesan.
1. Nasi Tutug Oncom, Kuliner Era 1940-an yang Tak Pernah Mati Gaya
Nasi Tutug Oncom (T.O) adalah simbol keuletan masyarakat Tasikmalaya saat masa krisis. Berasal dari kata “tutug” yang berarti ditumbuk, oncom dibakar lalu dihaluskan dan dicampur ke nasi hangat, menciptakan aroma smoky yang khas. Biasanya disajikan bersama ayam goreng, sambal dadak, dan lalapan segar—makanan ini adalah comfort food yang selalu bikin kangen.
Coba di: RM Sambel Hejo Sambel Dadak, Jl. Otto Iskandardinata, Tasikmalaya.
2. Kupat Tahu Mangunreja, Cita Rasa Jalanan dengan Sentuhan Kencur
Sudah ada sejak tahun 1950-an, kupat tahu ini tetap eksis berkat bumbu kacangnya yang diberi kencur. Rasanya segar, gurih, dan unik—berbeda dari kupat tahu kebanyakan. Potongan ketupat padat, tahu goreng, dan tauge disiram saus kental yang nendang di lidah.
Coba di: Kawasan Mangunreja, pinggir jalan raya, Tasikmalaya.
3. Soto Tasik, Perpaduan Jawa-Sunda dalam Semangkuk Kehangatan
Soto khas Tasik punya ciri khas kuah bening yang gurih dan ringan, biasanya diisi daging sapi atau ayam, plus sambal merah dan tomat segar. Cocok dinikmati di pagi atau sore hari, terutama bersama keluarga.
Rekomendasi : Soto Ahri, Jl. Otto Iskandardinata No. 279, Tasikmalaya.
4. Baso Mas Wiji, Warisan Bakso Sejak 1970-an
Berawal dari usaha rumahan, Baso Mas Wiji kini jadi ikon kuliner Tasik. Cita rasa kuah kaldu bening tanpa MSG, dipadukan dengan bakso urat kenyal dan mi lembut, menjadikan sajian ini favorit lintas generasi.
Coba di: Jl. Tentara Pelajar No. 50, Cihideung, Tasikmalaya.
5. Es Goyobod Pak Asep, Segar-Orisinil ala Pasar Tradisional
Mau yang segar dan klasik? Es Goyobod jawabannya. Campuran pacar cina, kelapa muda, alpukat, tape singkong, roti tawar, es serut, sirup manis, dan santan kental menjadikannya minuman penutup yang sempurna.
Wajib coba di: Pasar Wetan, Tasikmalaya—lapak Pak Asep yang legendaris.
Makanan tradisional tak hanya soal rasa, tapi juga menyimpan nilai budaya dan sejarah yang mendalam. Kuliner jadul Tasikmalaya menjadi jendela untuk memahami kearifan lokal Sunda dan perjalanan hidup masyarakatnya.
Di era ketika banyak wisatawan mencari pengalaman yang lebih personal, otentik, dan penuh makna, kuliner seperti inilah yang mampu menjawab kebutuhan itu.
Bagi kamu yang sedang menyusun itinerary ke Priangan Timur, Tasikmalaya wajib masuk dalam daftar. Dengan pilihan kuliner yang budget-friendly, kaya rasa, dan sarat cerita, kota ini cocok untuk petualangan rasa yang tak sekadar lezat, tapi juga bernilai.
Jika kamu ingin kembali merasakan kenangan masa kecil lewat rasa, atau ingin mengenalkan budaya lokal kepada generasi baru, Tasikmalaya adalah tempat yang tepat untuk memulai.***