-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tragedi Maut Bintang Liverpool dan Portugal Diogo Jota: Lamborghini Huracan Evo Spyder Ternyata Sudah Beberapa Kali Recall

Minggu, 06 Juli 2025 | Juli 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-09T12:25:55Z

- Diogo Jota, bintang Liverpool dan Timnas Portugal, tewas mengenaskan bersama sang adik, André Silva, dalam kecelakaan tragis yang terjadi di dekat kota Cerdanilla, Spanyol, Kamis (3/7) dini hari.

Mobil supermewah yang mereka tumpangi, Lamborghini Huracan Evo Spyder, ringsek tak berbentuk, menyisakan duka mendalam dan pertanyaan tentang keselamatan di balik kecepatan.

Mengutip The Sun, dua bersaudara itu mengembuskan nafas terakhir mereka tak lama setelah tengah malam. Saksi mata menyebut suara ledakan ban terdengar sebelum mobil kehilangan kendali dan terguling hebat.

Dari puing-puing yang tersisa, Daily Mail mengidentifikasi kendaraan itu sebagai Huracan Evo Spyder berwarna hijau neon—warna khas yang biasa digunakan para pesohor dan atlet elite.

Huracan Evo Spyder bukan mobil sembarangan. Dengan harga GBP 250.000 (sekitar Rp 6,5 miliar), mobil ini adalah salah satu kebanggaan Italia yang sempat mendominasi pasar supercar global antara 2014 hingga 2024. Total lebih dari 25.000 unit telah terjual di seluruh dunia.

Spesifikasinya memang luar biasa: top speed di atas 325 km/jam dan akselerasi 0–100 km/jam hanya dalam 3,1 detik. Kombinasi kecepatan ekstrem dan desain agresif menjadikan Huracán favorit di kalangan pemain bola, aktor, hingga taipan muda.

Namun, di balik gemerlapnya, model ini sempat beberapa kali tersandung masalah keamanan.

Huracan Sudah Beberapa Kali Alami Recall Unit

Carscoops melaporkan pada November 2023, sebanyak 7.805 unit Huracan produksi 2014–2023 ditarik kembali karena fitur infotainment yang dapat mengubah arah lampu depan ke mode 'turis', pelanggaran standar keselamatan di Amerika Serikat.

Sebulan sebelumnya, September 2024, Lamborghini menarik 39 unit Huracan Evo Spyder di AS karena kesalahan pemasangan bracket pelindung benturan di pabrik Sant’Agata Bolognese.

Ini bukan yang pertama. Pada 2021 dan 2023, unit Huracan lainnya ditarik karena kabel pembuka pintu yang longgar, hingga sistem peringatan sabuk pengaman yang tidak aktif saat kendaraan melambat di bawah 20 km/jam.

Kegagalan kecil dalam sistem seperti itu bisa berarti perbedaan antara hidup dan mati, terutama dalam kecelakaan berkecepatan tinggi seperti yang menimpa Jota dan adiknya.

Duka Mendalam dan Pertanyaan Besar

Perwakilan Lamborghini dalam pernyataan kepada The Sun menyatakan, pihaknya sangat berduka mendengar kecelakaan yang melibatkan Lamborghini di Spanyol, di mana Diogo dan Andre Jota kehilangan nyawa.

"Dalam masa berkabung ini, kami menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga mereka. Automobili Lamborghini menunggu informasi lebih lanjut mengenai penyebab insiden ini, dengan penuh hormat terhadap semua pihak terkait," jelas pihak Lamborghini.

Kabar meninggalnya Jota langsung mengguncang komunitas sepak bola. Baru 10 hari sebelumnya, pria berusia 28 tahun itu menikahi kekasih lamanya, Rute Cardoso.

Kini, ia meninggalkan tiga orang anak dan jutaan penggemar yang belum sempat mengucapkan selamat tinggal.

Tragedi ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas. Ia adalah pengingat keras bahwa kemewahan dan kecepatan, tanpa keamanan yang mutlak, bisa berujung maut.

Dunia boleh terpesona dengan mesin bertenaga 600+ horsepower, tapi satu ledakan ban bisa menghapus segalanya, mimpi, keluarga, dan masa depan.

×
Berita Terbaru Update