-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Teheran Bantah Trump Soal Iran Minta Bertemu

Selasa, 08 Juli 2025 | Juli 08, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-10T15:25:23Z

, Jakarta - Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa 8 Juli 2025 tentang permintaan Iran untuk mengadakan pertemuan mengenai program nuklir Teheran.

"Kami belum mengajukan permintaan apa pun kepada pihak AS terkait pertemuan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Tasnim yang dikelola pemerintah seperti dilansir Anadolu .

Trump mengatakan pada Senin bahwa Washington akan mengadakan perundingan nuklir dengan Iran.

"Kami telah menjadwalkan perundingan dengan Iran, dan mereka ingin berunding," kata Trump kepada wartawan bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

Sementara utusan Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengatakan akan bertemu dengan diplomat Iran “minggu depan atau lebih,” seperti dikutip Al Arabiya .

Trump mengakui tidak sepenuhnya melihat tujuan dari perundingan, mengingat keyakinannya bahwa program nuklir Teheran telah dihancurkan. "Namun [Iran] meminta pertemuan, dan saya akan pergi ke pertemuan, dan jika kita dapat menuliskan sesuatu di atas kertas, itu akan baik-baik saja," kata Trump seperti dilansir The Times of Israel .

Ia menegaskan kembali pernyataannya bahwa program nuklir Iran sudah "dihancurkan."

Trump mengindikasikan bahwa serangan yang ia perintahkan mengingatkannya pada AS yang menjatuhkan bom atom di Jepang dalam Perang Dunia II.

"Saya tidak ingin mengatakan apa yang mengingatkan saya, tetapi jika Anda kembali ke masa lalu, itu mengingatkan orang-orang pada peristiwa tertentu lainnya, dan foto Harry Truman sekarang ada di lobi [Gedung Putih]," katanya, mengacu pada presiden AS di balik serangan di Hiroshima dan Nagasaki.

"Itu menghentikan banyak pertempuran, dan ini menghentikan banyak pertempuran," kata Trump, sambil menekankan bahwa AS tidak menggunakan senjata nuklir untuk melawan Iran.

AS telah menggunakan bom yang sangat besar, tetapi "non-nuklir," katanya, "dan kami ingin tetap menggunakan non-nuklir." Ia menegaskan bahwa Iran sekarang memiliki pola pikir yang berbeda, dan telah memperoleh "banyak rasa hormat" terhadap AS dan Israel.

Pada 22 Juni, pesawat pengebom B-2 AS menjatuhkan 14 bom GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP), yang juga dikenal sebagai bunker buster, di lokasi nuklir Fordow dan Natanz milik Iran.

Sementara puluhan rudal jelajah Tomahawk yang berbasis di kapal selam ditembakkan ke fasilitas nuklirnya di Isfahan sebagai bagian dari kampanye Washington melawan program nuklir Iran.

Putaran keenam perundingan antara AS dan Iran dijadwalkan pada 15 Juni, tetapi Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer, nuklir, dan sipil Iran pada 13 Juni.

Konflik selama 12 hari antara Israel dan Iran berakhir dengan gencatan senjata yang disponsori AS yang mulai berlaku pada tanggal 24 Juni.

Jumlah korban tewas akibat serangan Israel ke Iran antara 13 hingga 24 Juni mencapai 1.060 orang, kata Saeed Ohadi, kepala Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, pada Senin.

Dalam sebuah wawancara televisi dengan stasiun kelolaan pemerintah Iran, IRIB TV , Ohadi mengatakan bahwa jumlah tersebut berpotensi terus bertambah karena masih ada korban yang terluka parah dan jasad-jasad yang belum teridentifikasi.

Israel melancarkan serangkaian serangan udara besar pada 13 Juni yang menargetkan lokasi-lokasi apartemen warga sipil, nuklir dan militer di seantero Iran.

Serangan tersebut menewaskan para komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil, serta melukai banyak orang, demikian menurut otoritas Iran.

Iran melancarkan serangan balasan dengan beberapa gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Israel, hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan.

×
Berita Terbaru Update